SURAMADUPOST Lombok Timur – Viralnya pernyataan Bupati Lombok Timur, Haerul Warisin, mengenai Program Makan Bergizi Gratis (MBG) berawal dari keluhan pedagang pasar. Ia menegaskan MBG sangat dibutuhkan karena terbukti menjadi penggerak utama ekonomi kerakyatan. Saat program libur, perputaran ekonomi melambat, dan omzet petani serta peternak lokal ikut anjlok.
Pemerintah daerah sempat menghentikan sementara distribusi makanan selama masa libur sekolah. Hal ini dilakukan untuk melakukan pembenahan, evaluasi layanan, serta mempersiapkan sarana dan prasarana agar program ini berjalan lebih optimal. Bupati Haerul Warisin memastikan bahwa manfaat gizi dan ekonomi dari program ini sangat krusial, sehingga implementasinya harus terus dikawal dengan baik
Saat dapur MBG berhenti sementara, ternyata bukan hanya anak sekolah yang merindukan makanan bergizi. Ada pedagang pasar yang ikut kehilangan harapan.
Bupati Lombok Timur mengungkapkan bahwa banyak pedagang di pasar mengeluhkan liburnya Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Keluhan itu bukan tanpa alasan. Selama program berjalan, banyak pedagang kecil menjadi pemasok bahan pangan seperti sayur, telur, ikan, ayam, hingga bumbu dapur. Setiap pagi mereka berangkat dengan semangat karena tahu hasil dagangannya akan terserap.
Namun ketika MBG ikut libur, roda ekonomi yang selama ini berputar pun melambat. Dagangan yang biasanya habis kini mulai menumpuk. Penghasilan menurun, sementara kebutuhan keluarga tetap harus dipenuhi. Di balik setiap porsi makanan bergizi yang disajikan untuk anak-anak Indonesia, ternyata ada harapan para petani, nelayan, peternak, dan pedagang kecil yang ikut menggantungkan hidupnya.
Kisah ini mengingatkan bahwa Program MBG bukan hanya tentang memberi makan anak sekolah, tetapi juga menghidupkan ekonomi rakyat dari bawah. Karena ketika program berjalan, senyum tidak hanya hadir di ruang kelas, tetapi juga di pasar-pasar tradisional, di rumah para pedagang, dan di meja makan keluarga mereka. Semoga setelah masa libur berakhir, roda ekonomi kembali berputar dan harapan mereka kembali menyala.
Pernyataan tersebut disampaikan saat menghadiri kegiatan Selamatan Reban Beleong. Menurutnya, keberadaan program MBG memberikan manfaat berantai bagi berbagai sektor, terutama pertanian dan peternakan.
Melalui program ini, hasil panen petani, telur, ayam, serta berbagai produk pangan lokal memiliki pasar yang lebih luas. Kondisi tersebut dinilai mampu meningkatkan perputaran ekonomi daerah sekaligus mendukung kesejahteraan para pelaku usaha di sektor pangan.
Bupati juga menekankan bahwa sektor pertanian dan peternakan hingga kini masih menjadi salah satu penopang utama pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Lombok Timur.

Netizen ramai menanggapi pernyataan Bupati Lombok Timur, Haerul Warisin, yang menyebut program Makan Bergizi Gratis (MBG) penting untuk menyerap hasil panen petani dan peternak lokal. Di media sosial seperti Instagram, warganet mempertanyakan kepastian program dan mengkritik kebijakan tersebut, terutama karena banyak sekolah pelosok masih belum tersertifikasi atau terdampak penutupan dapur akibat lambatnya pencairan dana.
Seorang Ibu ibu dalam unggahannya di facebook usai tayangkan penyataannya bupati Lombok timur langsung dijawab bahwa SPPG kebanyakan tidak beli di pasar dan pasar dari dulu sebelum ada MBG sudah ada yang beli .
“Seperti saya yang setiap pagi belanja dipasar, tanpa MBG pasar tetap jalan “ cetus ibu ibu yang gemes pada bupati Haerul Warisin.
Reaksi publik terhadap pernyataan bupati ini terbagi menjadi beberapa sudut pandang:
Menuntut Bukti Nyata: Warganet mempertanyakan apakah penyerapan hasil tani ini benar-benar berdampak langsung pada kesejahteraan petani kecil atau sekadar “janji manis” pejabat.
Keresahan Anggaran: Mengingat sebelumnya sempat terjadi penutupan massal puluhan dapur atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah Lombok Timur akibat kendala operasional Badan Gizi Nasional (BGN), netizen skeptis program ini berjalan mulus.
Menyoroti Kasus Hukum: Netizen juga mengaitkan perdebatan ini dengan berbagai masalah teknis di lapangan, mulai dari dugaan keracunan, insiden perusakan dapur, hingga kasus penipuan jual beli titik SPPG di Lombok Timur yang sedang ditangani pihak kepolisian.

Source : All Media
Jurnalis : JP Sastra SP

















