SURAMADUPOST Jakarta – Mantan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkap rencana kegiatannya setelah tidak lagi menjabat sebagai bendahara negara.
Usai serah terima jabatan (sertijab) Menteri Keuangan di Kantor Kemenkeu, Jakarta, Selasa (15/9/2026), Purbaya mengatakan ingin pulang dan menghabiskan waktu dengan memancing ikan mujair serta nila di kolam belakang rumahnya.
Purbaya juga mengaku sempat sulit tidur setelah menerima kabar pergantian jabatan. Namun, setelah proses sertijab selesai, dia merasa lebih lega dan bisa kembali beristirahat dengan tenang.
Mengenai alasan pencopotannya, Purbaya menyebut keputusan tersebut merupakan hak prerogatif Presiden Prabowo Subianto.
“Sebagian ada (karena perombakan pejabat). (Karena itu ya, Pak?) Sebagian iya,” ujar Purbaya usai sertijab di Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (15/9/2026).
Sebelumnya, perombakan ratusan pejabat di lingkungan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) pada Kamis 10 September 2026 yang lalu oleh Purbaya. Perombakan terjadi pada pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, Pejabat Administrator, Pejabat Pengawas, Pejabat Fungsional, dan Pejabat pada Unit Organisasi Non Eselon Kemenkeu. Kebanyakan perombakan di Ditjen Bea Cukai dan Ditjen Pajak.
Kala itu, Purabaya mengatakan, perubahan jabatan ini dilakukan sebagai bagian dari proses organisasi untuk memastikan Kemenkeu yang lebih adaptif dan semakin baik. Banyak pihak yang menyebutkan perombakan ratusan pejabat itu jadi salah satu masalah yang membuat posisi Purbaya digantikan Suahasil.
Purbaya mengonfirmasi perombakan besar-besaran terhadap ratusan pejabat di lingkungan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) jadi salah satu alasan di balik pemecatan tersebut. Sebelumnya ia melakukan mutasi atas sekitar 350 pejabat Kemenkeu.
Ia mengatakan bahwa langkahnya bukan disebabkan oleh ketidaksepahaman kebijakan, sebab seluruh kebijakan yang ia jalankan selama menjabat selalu selaras dengan arahan Presiden Prabowo Subianto.
Purbaya mengungkapkan bahwa kabar pemecatannya baru ia ketahui secara pasti pada hari keputusan tersebut ditetapkan, kemarin.
Kendati sempat berdiskusi dengan Presiden Prabowo Subianto pada hari Jumat sebelumnya, topik yang dibahas kala itu merupakan isu lain. Meski demikian, Purbaya mengaku sempat memiliki perhitungan atau feeling akan dipecat dengan kalkulasi peluang 50-50 setelah berkomunikasi dengan presiden.
“Feeling-nya gak ada. Cuman ada hitungan saya, ada sesuatu yang mungkin 50-50 kansnya tapi mesti diambil. Tapi setelah itu kan hak prerogatif presiden,” kata Purbaya
Menanggapi unggahan media sosial anaknya yang menyebut kini bisa bernapas lega dan tidur nyenyak, Purbaya mengakui bahwa dirinya sendiri sempat merasa sebal dan mengalami kesulitan tidur usai menerima keputusan pencopotannya.
“Mudah-mudahan seperti itu ke depan. Soalnya semalam masih susah tidur. Masih sebel juga tuh. Tapi sekarang udah lumayan lah,” ungkap Purbaya.
Purbaya pun tak menampik bahwa dirinya memiliki perasaan gusar usai dicopot sebagai Menteri Keuangan dan digantikan oleh wakilnya, Suahasil Nazara.
“Ya ada [rasa sebal], kan gue juga orang. Emang gue robot,” tambahnya.
Meski harus mengakhiri masa jabatannya lebih awal, Purbaya mengaku puas terhadap kinerjanya selama kurang lebih satu tahun memimpin Kemenkeu. Ia menyoroti keberhasilannya dalam mendorong laju pertumbuhan ekonomi nasional hingga berhasil menembus angka di atas 5 persen.
“Paling gak kan lumayan. Kita udah naikin pertumbuhan ekonomi dari berapa sih di bawah 5 persen, sekarang udah ke atas 5 persen,” ucapnya.
Sebelumnya, Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan melakukan perombakan besar-besaran di lingkungan Kementerian Keuangan dengan melantik ratusan pejabat baru.
Perombakan ini menyasar sekitar 50 pegawai eselon II dan 350 pegawai eselon III, mencakup pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, Pejabat Administrator, Pejabat Pengawas, Pejabat Fungsional, hingga pejabat pada Unit Organisasi Non Eselon Kemenkeu.

Source : All Media
Jurnalis : Jos SP
















