SURAMADUPOST Jakarta – Buku berjudul “Islam ala Prabowo: Cara Prabowo Subianto Mengamalkan Ajaran Islam” kembali menyita perhatian publik. Karya ilmiah tersebut menarasikan sosok Prabowo Subianto dari sudut pandang kehidupan keagamaan, nilai-nilai Islam, serta kepemimpinan politiknya.
Buku tersebut resmi diluncurkan dalam pembukaan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) BAZNAS 2025 di Jakarta pada 26 Agustus 2025. Penulisan buku ini diinisiasi oleh Ketua MPR RI Ahmad Muzani bersama Ketua MUI Anwar Iskandar.
Berdasarkan deskripsi penerbit Gramedia, buku ini berupaya menarasikan riwayat dan kiprah Prabowo dari sudut pandang yang belum banyak diulas media. Buku ini juga memberikan ruang interpretasi bahwa Prabowo merupakan penggerak lokomotif keagamaan dan keumatan, kendati bukan seorang santri.
Buku tersebut turut menggali nilai, paradigma, dan napak tilas untuk membaca arah perjuangan bangsa yang diusung Prabowo. Sisi perilaku politik dan kepemimpinan Prabowo dinilai mencerminkan nilai-nilai moral Islam.
Dalam pembahasan epilog, Penulis Epilog sekaligus Guru Besar UIN Sunan Ampel Surabaya, Asep Saifuddin, mengaitkan sosok Prabowo dengan kepemimpinan Khalifah Umar bin Abdul Aziz terkait pengelolaan negara serta optimalisasi zakat dan hasil bumi demi kesejahteraan rakyat.
“Saya yakin ketika semuanya terlaksana dengan baik, pajak terlaksana dengan baik, zakat terlaksana dengan baik, maka cita-cita luhurnya Pak Prabowo untuk mewujudkan Indonesia yang maju, adil, dan makmur akan segera terwujud,” ujar Asep.
Secara umum, pembahasan buku ini mencakup sepuluh tema utama, mulai dari kehidupan keagamaan Prabowo, kepemimpinan, nasionalisme, kesejahteraan rakyat, pendidikan, politik, hubungan dengan organisasi Islam, diplomasi internasional, hingga dukungan terhadap Palestina.
Buku ini memuat hasil wawancara dari sejumlah tokoh nasional. Salah satu narasumber, Yusril Ihza Mahendra, menegaskan keterlibatannya sebatas narasumber yang diwawancarai dan tidak terlibat dalam penyusunan maupun pemilihan judul buku.
“Saya tidak menulis buku itu. Saya hanya diwawancarai oleh tim penyusunnya,” kata Yusril.
GUS KAUTSAR KECEWA NAMANYA DICANTUMKAN
Pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Al Falah Ploso, Kediri, KH Muhammad Abdurrahman Al-Kautsar atau Gus Kautsar, mengungkapkan kekecewaannya setelah mengetahui namanya dicantumkan dalam buku berjudul Islam Ala Prabowo: Cara Prabowo Subianto Mengamalkan Ajaran Islam.
Gus Kautsar menjelaskan, pencantuman namanya bermula dari sebuah wawancara yang dilakukan sekitar pertengahan 2024. Saat itu, seorang utusan dari salah satu penulis buku datang ke Ponpes Al Falah Ploso bersama keluarganya.
Dalam pertemuan tersebut, Gus Kautsar mengaku mendapat sejumlah pertanyaan mengenai pandangan pesantren terhadap isu kebangsaan, keberagaman, kebinekaan, hingga peran pesantren dalam merawat dan mengisi kemerdekaan Indonesia.
“Jadi bukan masalah keberatan atau tidak. Kita itu tahun 2024, pertengahan, ada orang utusan salah satu penulis itu datang ke sini. Kemudian tanya terkait keindonesiaan, bagaimana posisi pesantren, merawat kemerdekaan,” kata Gus Kautsar, Senin (7/9/2026).
Menurut Gus Kautsar, pembicaraan saat itu memang sempat menyinggung sejumlah program pemerintah dan Presiden Prabowo Subianto. Namun, ia tidak mengetahui bahwa wawancara tersebut nantinya akan digunakan sebagai materi dalam buku Islam Ala Prabowo.
Ia mengaku tidak pernah mendapat penjelasan bahwa percakapan tersebut merupakan bagian dari proses penyusunan buku dengan judul tersebut.
“Kita nggak ngerti kalau kemudian berjudul seperti ini. Kita tidak sadar,”

Source : All Media
Jurnalis : Jos SP
















