SURAMADUPOST Jakarta – Publik kini menyoroti sosok Suahasil Nazara, Menteri Keuangan baru yang menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa. Sebelumnya, Suahasil menjabat sebagai Wakil Menteri Keuangan.
Suahasil resmi dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, pada Senin (14/9/2026) melalui skema reshuffle kabinet.
Dosen Lintas Budaya Ali Syarief mengungkapkan bahwa Suahasil telah menjabat sebagai Wamenkeu sejak era Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi).
“Pada 2019, ketika Jokowi masih menjadi Presiden, Suahasil diminta langsung menempati posisi Wakil Menteri Keuangan. Saat itu ia merupakan Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kemenkeu,” tulisnya di akun X pribadinya, dikutip Selasa (15/9).
“Artinya, Suahasil adalah bagian dari mesin pemerintahan Jokowi sejak Kabinet Indonesia Maju,” imbuhnya.
Sebagai informasi, Suahasil pertama kali dilantik sebagai Wamenkeu pada 25 Oktober 2019 di bawah Kabinet Indonesia Maju. Ia kemudian kembali dipercaya menduduki posisi yang sama pada 21 Oktober 2024 dalam Kabinet Merah Putih.
Penunjukan Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan (Menkeu) baru oleh Presiden Prabowo Subianto memantik diskursus hangat di ruang publik. Di satu sisi, langkah ini dilihat sebagai kesinambungan teknokratis demi menjaga stabilitas fiskal nasional. Namun di sisi lain, pengangkatan figur yang lama berada di lingkar kekuasaan era Presiden Joko Widodo ini memunculkan pertanyaan kritis mengenai peta kekuatan politik di dalam Kabinet Merah Putih.
Rekam jejaknya mencatat bahwa ia bukan wajah baru di pemerintahan. Sejak era Jokowi pada 2019, ia telah dipercaya menduduki posisi strategis sebagai Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) hingga Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu). Ketika pemerintahan berganti di bawah kepemimpinan Prabowo, Suahasil sempat dipertahankan sebagai Wamenkeu sebelum akhirnya menduduki kursi tertinggi di Kementerian Keuangan.
Dari perspektif teknokratis, penunjukan Suahasil dinilai sebagai keputusan pragmatis dan rasional yang diambil oleh Presiden Prabowo. Mengingat kompleksitas tantangan ekonomi global dan domestik saat ini, posisi Menteri Keuangan menuntut figur yang memiliki pemahaman mendalam, jam terbang tinggi, dan penguasaan teknis atas Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Sebagai akademisi sekaligus guru besar Ilmu Ekonomi Universitas Indonesia yang telah mendampingi transisi kebijakan fiskal lintas rezim, Suahasil dianggap memiliki kredibilitas untuk menjaga stabilitas ekonomi tanpa harus memulai penyesuaian dari nol. Langkah ini ditafsirkan sebagai prioritas Prabowo terhadap performa dan stabilitas ekonomi ketimbang sekadar bongkar-pasang formasi politik.
Publik kini dihadapkan pada pertanyaan mendasar: apakah langkah ini merupakan strategi Prabowo untuk memperkuat fondasi pemerintahannya melalui efisiensi teknokratis, atau justru tanpa disadari memberikan ruang bagi pengaruh jaringan lama untuk tetap bekerja dari dalam?
Waktu dan arah kebijakan fiskal ke depan apakah selaras dengan visi prioritas pemerintahan baru atau justru berjalan di atas kompromi lama—yang pada akhirnya akan membuktikan motif di balik perombakan strategis ini.
Publik membaca dengan Suahasil Nazara menjadi menteri keuangan kekuatan jokowi semakin kokoh dalam mengendalikan Kabinat Merah Putih (KMP) dibawah pemerintahan Presiden Prabowo.

Source : All Media
Jurnalis : Jos SP
















