SURAMADUPOST Madura – Duel carok kembali mengguncang Sampang. Suasana pagi di sebuah bengkel di Desa Nyeloh, Kecamatan Kedungdung, Rabu (1/7), mendadak berubah mencekam setelah dua pria terlibat pertarungan bersenjata tajam.
Kedua pria tersebut diketahui berinisial WD dan MM, yang sama-sama berasal dari Desa Banjar. Pertemuan keduanya yang sudah lama kerap terlibat cekcok itu diduga menjadi pemicu bentrokan hingga berujung duel berdarah.
Berdasarkan informasi yang beredar, WD datang ke bengkel untuk mengambil sepeda motor miliknya yang sebelumnya dititipkan. Namun setibanya di lokasi, ia justru bertemu dengan MM. Keduanya sempat terlibat adu mulut sebelum situasi memanas dan berubah menjadi aksi saling serang.
MM disebut menyerang menggunakan celurit, sedangkan WD berusaha membalas dengan sebilah pisau. Duel berlangsung sengit hingga WD mengalami luka robek cukup serius pada paha kiri dan lengan kirinya.
Warga yang menyaksikan kejadian itu segera berdatangan untuk melerai sekaligus mengevakuasi korban ke RSUD Mohammad Zyn Sampang agar mendapat penanganan medis.
Hingga saat ini, motif di balik pertikaian tersebut masih belum diketahui. Aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap penyebab pasti duel berdarah yang menggegerkan warga tersebut.
Sebelumnya disampang pernah terjadi Carok antara Seorang warga berinisial JSP yang berstatus sebagai saksi pasangan Calon Bupati Sampang, Slamet Junaidi-Achmad Mahfudz (Jimat Sakteh) tewas dibacok oleh sekelompok orang bersenjata tajam celurit atau carok. Peristiwa ini diduga terjadi karena persoalan politik. Sebab, terjadi setelah pasangan Slamer-Mahfudz berkunjung ke salah satu tokoh agama di Ketapang.
Wakil Ketua Harian DPP PKB Nadya Alfi Roihana menyampaikan kecaman keras terhadap peristiwa tersebut. PKB mengutuk keras segala bentuk kekerasan, terutama yang terjadi dalam konteks demokrasi.
”Kekerasan ini tidak hanya melukai nilai-nilai demokrasi, tetapi juga merusak tatanan kehidupan bermasyarakat yang seharusnya dilandasi perdamaian dan persatuan,” ujar Nadya di Jakarta, Senin (18/11).

Source : All Media
Jurnalis : Riska SP

















