SURAMADUPOST Jakarta – Polisi menangkap dua pria yang memukul Wakil Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Ronald A Sinaga atau yang akrab disapa Bro Ron di Menteng, Jakarta Pusat.
Menteng, Jakarta Pusat, langsung menyita perhatian publik setelah videonya viral di media sosial. Banyak orang bertanya: bagaimana situasi yang awalnya disebut sebagai mediasi bisa berubah menjadi aksi kekerasan.

Kasus ini bukan sekadar insiden biasa. Di baliknya, ada dinamika konflik, tekanan situasi lapangan, hingga pola eskalasi yang sering terjadi dalam sengketa hukum di ruang publik.
Kronologi Lengkap Pemukulan Bro Ron di Menteng, Bro Ron datang ke kantor advokat di Menteng pada sore hari. Ia mendampingi sejumlah karyawan dari sebuah perusahaan yang ingin melakukan audiensi.
Kehadirannya bukan tanpa alasan. Ia memiliki hubungan profesional sebelumnya dengan pihak kantor hukum tersebut, sehingga diminta membantu menjembatani komunikasi.
Sekitar petang hari, muncul beberapa orang yang mengaku sebagai pengamanan kantor. Mereka meminta seluruh pihak yang datang untuk keluar dari dalam gedung.
Aparat kepolisian yang sudah berada di lokasi akhirnya turun tangan. Ketegangan yang terjadi sempat berhasil dikendalikan.
Beberapa orang yang terlibat konflik bahkan sempat diarahkan keluar dari area utama gedung. Di titik ini, situasi sebenarnya sudah mendekati reda.
Namun, di banyak kasus konflik lapangan, fase “tenang sementara” justru sering menjadi titik rawan. Emosi belum benar-benar turun, hanya tertunda.
Sekitar beberapa menit setelah situasi dianggap kondusif, pihak yang sebelumnya terlibat cekcok kembali ke lokasi. Tak lama setelah cekcok kembali terjadi, salah satu pelaku tiba-tiba melayangkan pukulan ke arah wajah Bro Ron.
Kasi Humas Polres Metro Jakarta Pusat Iptu Erlyn Sumantri menjelaskan peristiwa pemukulan itu terjadi pada Senin (4/5), pukul 16.22 WIB. Mulanya, Ronald datang bersama 15 karyawan PT SKS guna melakukan audiensi ke kantor hukum MPP terkait dengan gaji para karyawan yang belum dibayarkan.
“Karena audiensi tidak dapat bertemu dengan pihak MPP selaku orang yang didemo, akhirnya Polsek Metro Menteng berinisiatif untuk mengadakan mediasi di kantor Polsek Metro Menteng,” jelas Erlyn, Selasa (5/5).
Dia mengatakan sebenarnya audiensi di lokasi kantor awalnya berjalan aman dan kondusif dengan didampingi oleh petugas. Namun kemudian muncul sekelompok orang yang tak dikenal dan tanpa alasan jelas melakukan intimidasi dan menghalang-halangi proses audiensi.

“Akibat perbuatan dari sekelompok orang tersebut, situasi menjadi panas dan timbul percekcokan sampai akhirnya korban menerima pukulan dari sekelompok orang tersebut,” terang Erlyn.
“Kemudian, petugas melerai korban dan terlapor serta mengamankannya untuk dibawa ke Polsek Metro Menteng guna pemeriksaan lebih lanjut,” sambungnya
source : detik n akurasi.com
Jurnalis : Jos SP

















