SURAMADUPOST Jakarta – Pendakwah, Gus Miftah membantah menerima uang Rp100 juta soal kasus dugaan gratifikasi proyek pembangunan jalur ganda kereta api Solo-Semarang Segmen 1 (JGSS).
Hal ini disampaikan Gus Miftah saat berdakwah dalam acara Milad Pondok Pesantren Ora Aji ke-14, Senin (20/7).
Bahkan, Gus Miftah mengaku tidak mengenal sosok Dheky Martin yang menjadi saksi sekaligus terpidana dalam kasus ini.
Ia bahkan mengaku telah menanyakan kepada istrinya apakah pernah menerima tamu bernama Dheky Martin.
Namun, istrinya juga mengaku tidak mengenal nama tersebut.
Kendati demikian, Gus Miftah mengatakan tidak menutup kemungkinan dirinya lupa jika memang pernah bertemu dengan Dheky atau menerima undangan darinya.
Atas hal itu, Gus Miftah menegaskan, jika suatu saat terbukti pernah menerima uang Rp100 juta dari Dheky Martin, maka duit tersebut akan langsung dikembalikan.

“Saya tanya sama istri saya, pernah ada tamu namanya Dheky Martin nggak? (Istri Miftah menjawab) Nggak ngerti, bah. Kenal nggak? Iki ki sopo (Ini siapa) juga nggak paham,” katanya saat berdakwah.
“Tapi mohon maaf, bisa saja saya lupa, toh walaupun saya nggak kenal, kalau seandainya yang bersangkutan pernah ketemu saya atau pernah ngundang ngaji saya, atau mengundang sebagai narasumber di mana saja, atau barangkali pernah datang ke pondok sowan, seandainya saya lupa dengan itu (menerima uang), maka hari ini Rp100 juta akan langsung saya kembalikan,” tegasnya.
Menurut Gus Miftah, ia tidak ingin menggunakan uang yang berasal dari hasil korupsi untuk menghidupi keluarga.
Termasuk membantu para santri, maupun membiayai kegiatan sosial yang selama ini dijalankannya.
“Alasanya kenapa (mengembalikan)? Alasannya sederhana yaitu saya nggak mau nafkah yang saya berikan kepada anak dan istrinya, apa yang saya gunakan untuk membahagiakan jemaah saya pada malam hari ini, apa yang saya gunakan untuk memberangkat umrah jamaah saya, apa yang saya gunakan untuk memberikan pendidikan gratis kepada semua santri saya, itu tercampur dengan uang haram,” tuturnya.
Lebih lanjut, Miftah membandingkan uang Rp100 juta yang diduga diberikan Dheky kepadanya dengan 20 ribu sembako yang tiap dua pekan dibagikannya.
Miftah menyebut puluhan ribu sembako yang dibagikan ke orang tidak mampu itu mencapai Rp3 miliar.
“Jadi umrahnya tidak jadi lima, saya tambahi tiga senilai Rp100 juta. Jadi malam hari ini, saya membagikan delapan tiket umrah, gratis,” ujarnya.

Source : All Media
Jurnalis : Angga SP

















