SURAMADUPOST Surabaya – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mencopot Lurah Tambak Wedi Muchamad Yusufian setelah warga mengeluhkan praktik dugaan jual beli stan di Sentra Wisata Kuliner (SWK).
Pencopotan itu berlaku per hari ini, Kamis (9/7/2026) pukul 10.00 WIB setelah Eri memimpin pelantikan jabatan 32 Aparatur Sipil Negara (ASN) di Gedung Sawunggaling.
Yusufian dimutasi menjadi Kepala Seksi (Kasi) Kelurahan Kalisari.
Selain mencopot lurah, Eri menyebut dugaan jual beli SWK ini sudah dilaporkan ke polisi.
“Kami sudah membuat laporan ke Polres dan kita lakukan pemeriksaan, dilakukan pemeriksaan ya sama Polres. Semoga ini cepat segera berjalan apa dan diputuskan,” imbuhnya.
Pelaporan untuk mengungkap dugaan praktik jual beli yang dikeluhkan pedagang SWK namun tidak diakui oleh orang yang disebut menerima uang.
Total ada 5 pedagang yang mengaku jadi korban dugaan praktik jual beli stan SWK tersebut.
“Ada yang enggak bisa masuk karena enggak bisa bayar, ada yang masuk membayar terpaksa, ada juga,” ungkapnya.
Ia menegaskan mutasi jabatan tidak hanya terjadi di Tambak Wedi. Menurutnya, perpindahan dari lurah menjadi kepala seksi bukan penurunan jabatan karena keduanya memiliki eselon yang sama. Perbedaannya terletak pada fungsi jabatan, di mana lurah menjadi pimpinan di tingkat kelurahan.
Namun langkah tersebut justru memunculkan penolakan dari jajaran RW, RT, hingga Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK).

Merespons keputusan yang dinilai mendadak, para pengurus lingkungan menggelar rapat darurat pada Kamis malam, 9 Juli 2026.
Hasil rapat menyepakati pengiriman aspirasi resmi kepada Pemerintah Kota Surabaya agar keputusan pencopotan ditinjau ulang.
PENGURUS RW RT ANCAM KEMBALIKAN STEMPEL KEPENGURUSAN RT RW
Sejumlah pengurus RT, RW, Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK), serta perwakilan tokoh masyarakat di Kelurahan Tambak Wedi, Kenjeran, Surabaya, menyatakan sikap tegas menolak pemindahan atau mutasi mendadak Lurah setempat, Muhammad Yusufian.
Penolakan tersebut dituangkan dalam surat resume hasil pertemuan resmi warga yang ditandatangani oleh jajaran Ketua lingkungan setempat. Warga bahkan mengancam akan mengembalikan seluruh stempel kepengurusan RT dan RW jika keputusan mutasi tersebut tidak ditinjau ulang oleh Pemkot Surabaya.
“Apabila Bapak Muhammad Yusufian tetap dimutasi, semua RT/RW akan mengembalikan semua stempel. Dengan adanya pemindahan secara mendadak ini, kami RT, RW, LPMK, dan tokoh masyarakat memohon peninjauan ulang atas keputusan tersebut,” ujar Ketua LPMK Tambak Wedi M. Rais.
Berdasarkan info yang media terima warga tambak wedi berencana melakukan aksi demo dibalai kota Surabaya menuntut agar lurah Tambak wedi tetap dipimpin Yusufian.

Source : All media
Jurnalis : Jos SP

















