SURAMADUPOST Sidoarjo – Kepala Desa Buncitan, Mujiono, ditemukan meninggal dunia di ruang tunggu Kantor Desa Buncitan, Kecamatan Sedati, Kabupaten Sidoarjo, Minggu (3/5/2026) sore. Saat ditemukan, korban berada dalam posisi duduk di sofa dengan seutas selang air melingkar di bagian leher. Saksi mata sekaligus petugas kebersihan balai desa, M. Khozim, menemukan jenazah korban pertama kali sekitar pukul 16.00 WIB.
Penemuan ini bermula saat saksi hendak melaksanakan rutinitas membersihkan kantor desa dan melihat sepeda motor milik Mujiono terparkir di halaman. “Saya datang mau bersih-bersih rutin setiap sore. Saya melihat sepeda motor milik korban terparkir dan pintu balai desa terbuka, padahal biasanya dikunci,” ujar Khozim, Minggu (3/5/2026)
Khozim menjelaskan bahwa saat itu kondisi ruangan lobi dalam keadaan gelap karena lampu belum dinyalakan.
Ia sempat mengira Mujiono sedang tertidur di kursi sofa di ruang tunggu sebelum menyadari kondisi korban yang sebenarnya. “Saya mencoba membangunkan korban namun tidak ada respons. Lalu saya menyalakan lampu ruangan dan terkejut melihat korban meninggal dengan leher terlilit selang air,” jelasnya. Melihat kejadian tersebut, Khozim segera meminta pertolongan kepada ketua RW setempat dan melaporkan temuan tersebut kepada perangkat desa lainnya serta aparat kepolisian.
Polisi mengungkap fakta pilu di balik kematian Mujiono, Kepala Desa (Kades) Buncitan, Kecamatan Sedati, Kabupaten Sidoarjo yang ditemukan meninggal dunia bunuh diri di ruang kerjanya, Minggu (3/5) petang.
Kasat Reskrim Polresta Sidoarjo AKP Siko Sesaria Putra Suma menjelaskan dari hasil pendalaman, korban diduga mengalami tekanan finansial yang cukup berat.

Dalam bisnis jual beli tanah kavling yang dijalankan sejak 2023, korban memiliki kewajiban pembayaran kepada pemilik lahan sebesar Rp 270.000.000 yang jatuh tempo pada akhir Mei 2026 ini.
Tak hanya itu, korban juga tercatat memiliki utang kepada salah satu ketua RW di Desa Buncitan sebesar Rp 100.000.000. Selain dua utang tersebut, korban juga disebut memiliki pinjaman lain kepada sesama kepala desa di wilayah Sedati, meski nominal pastinya masih dalam pendalaman.
“Kami menemukan adanya beban utang yang cukup besar dan jatuh tempo dalam waktu dekat, ini menjadi salah satu faktor yang sedang kami dalami sebagai latar belakang kejadian,” katanya, Senin (4/5).
Pihaknya pun memastikan bahwa kematian Mujiono merupakan murni tindakan bunuh diri. Kepastian itu diperoleh setelah polisi melakukan penyelidikan menyeluruh, mulai dari olah tempat kejadian perkara (TKP), pemeriksaan saksi, hingga autopsi.
Peristiwa yang menggegerkan warga tersebut bermula saat petugas kebersihan kantor desa menemukan korban dalam kondisi leher terikat selang air yang terpasang pada ventilasi jendela. Korban saat itu berada dalam posisi duduk di sofa ruang kerjanya.
Masih menurut Siko Sesaria Putra Suma, bahwa hasil pemeriksaan tidak menunjukkan adanya tanda kekerasan pada tubuh korban, sehingga mengarah pada kesimpulan bunuh diri.
“Penyebab kematian akibat jeratan di leher yang menyebabkan korban mengalami mati lemas. Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan lain,” ujarnya.
Sebelum melakukan aksi nekat tersebut, korban diketahui sempat browsing informasi di Google terkait cara bunuh diri. Riwayat pencarian itu ditemukan di ponsel korban dan menjadi salah satu petunjuk penting dalam proses penyelidikan.

Temuan tersebut diperkuat dengan adanya dokumen berupa surat perjanjian dan surat kuasa penagihan utang yang ditemukan di meja kerja korban saat olah TKP berlangsung.
Rekaman CCTV juga menunjukkan bahwa korban sempat beraktivitas seorang diri di kantor desa sejak pagi hari, termasuk mempersiapkan selang yang kemudian digunakan sebagai alat untuk mengakhiri hidupnya.
Dengan seluruh rangkaian bukti, baik dari hasil autopsi, keterangan saksi, rekaman CCTV, hingga riwayat digital korban, polisi menyimpulkan bahwa kematian Mujiono murni bunuh diri yang diduga dipicu tekanan ekonomi.
Meski demikian, kepolisian memastikan proses penyelidikan tetap dilakukan secara menyeluruh guna mengantisipasi adanya kemungkinan lain yang belum terungkap dalam peristiwa tersebut
Source : tim n all media
Jurnalis : Jos SP
















