SURAMADUPOST Jakarta – Dari hasil analisis 86 titik rekaman CCTV , polisi berhasil memetakan pergerakan para pelaku dengan cukup detail. Mereka mulai bergerak dari Jakarta Selatan, kemudian berkumpul di depan Stasiun Gambir, lalu mengitari kawasan Monas hingga Tugu Tani sebelum akhirnya mangkal di depan KFC Cikini menunggu korban .

“Ini menggambarkan tingkat perencanaan yang matang,” kata Dirreskrimum Polda Metro Jaya Kombes Iman Imanuddin dalam konferensi persnya.
Para pelaku menggunakan dua sepeda motor berbeda. Satu motor dikemudikan oleh OTK 1 dan 2, satu lagi oleh OTK 3 dan 4. Mereka bergantian mengikuti pergerakan Andrie sejak dari kantor YLBHI, bahkan hingga korban sempat mengisi bensin di SPBU Cikini sekitar pukul 23.32 WIB .
Usai menyiramkan cairan kimia ke wajah dan tubuh Andrie pada pukul 23.37 WIB, keempat pelaku langsung berpencar dengan taktik yang cukup rapi :
Tim pertama (OTK 1 & 2) kabur dengan melawan arus di Jalan Salemba Raya menuju Senen, lanjut ke Kramat Raya, Tugu Tani, Stasiun Gondangdia, lalu menghilang menuju Jakarta Selatan.
Tim kedua (OTK 3 & 4) melaju ke arah Pramuka Sari II menuju Matraman, terus ke Jatinegara, lalu berbelok ke Jalan Otto Iskandardinata, Jakarta Timur.
Yang lebih canggih lagi, polisi mendeteksi salah satu pelaku sempat mengganti pakaian di tengah pelarian sebelum akhirnya mereka berpencar ke wilayah Kalibata, Ragunan, dan Bogor .
Polisi menyebut para pelaku ini bukan pemula. Mereka bergerak dengan sangat tenang dan tidak panik. “Selama beberapa hari kami melakukan analisa digital, kami melihat perjalanan para pelaku ini memang memiliki ketenangan. Dalam melakukan perjalanan dari mulai satu titik ke titik yang lain pada saat menjelang kejadian, mereka sangat tenang,” ujar Kombes Iman .
Bahkan, usai melakukan aksi, mereka tetap kalem dan kabur dengan kecepatan stabil bukan terburu-buru seperti orang baru pertama kali berbuat kejahatan.
Temuan ini memperkuat dugaan banyak pihak bahwa kasus ini adalah kejahatan terorganisasi. Komisi III DPR dalam rapat internal, Senin (16/3), menegaskan bahwa aksi ini bukan sekadar kriminal biasa, melainkan “kejahatan terhadap demokrasi” dan bentuk perlawanan terhadap komitmen Presiden Prabowo di bidang HAM .
Ketua Komisi III DPR Habiburokhman meminta Polri segera memburu aktor intelektual di balik serangan ini, bukan cuma eksekutor lapangan .
Nah ini nyambung tulisan saya kemarin gaes, silakan scroll diakun saya kalo yang belum baca.
Polisi juga mengungkap bahwa foto terduga pelaku yang sempat viral di media sosial adalah hasil rekayasa AI. Foto itu dibuat dan disebarkan untuk mengaburkan proses penyelidikan dan mempengaruhi sentimen publik .
“Pelaku dan jaringannya mulai terlihat panik dan berupaya mengaburkan proses penyelidikan dengan mengedarkan gambar atau rekayasa AI,” tegas Kombes Iman .
Kini Polisi telah mengamankan sejumlah barang bukti penting:
· Helm yang diduga milik pelaku (ditemukan tak jauh dari TKP)
· Wadah yang diduga tempat air keras
· Pakaian korban yang sobek
· Helm milik korban
Helm dan wadah tersebut kini telah dikirim ke Puslabfor Bareskrim Polri untuk diambil sidik jari dan DNA pelaku . Total ada 86 titik CCTV yang dianalisis, terdiri dari 7 kamera ETLE, 27 kamera Diskominfotik, 8 kamera Dishub, dan 44 kamera milik warga serta perkantoran .

Kondisi Terkini Andrie Yunus
Dari sisi medis, kabar baik datang dari RSCM. Tim dokter menyatakan kondisi Andrie Yunus sudah stabil dan tidak dalam kondisi yang mengancam jiwa .
Andrie mengalami luka bakar sekitar 20 persen pada area wajah, leher, dada, punggung, serta kedua lengan. Yang paling serius adalah trauma kimia pada mata kanan dengan derajat keparahan tingkat tiga yang menyebabkan penurunan tajam penglihatan .
Ia telah menjalani tindakan pembersihan jaringan yang rusak pada mata kanan serta transplantasi membran amnion untuk melindungi permukaan mata dan mendukung proses penyembuhan. Saat ini Andrie dirawat di High Care Unit (HCU) luka bakar dengan tim medis multidisiplin .
Polisi memastikan kasus ini terus dikembangkan. Kapolda Metro Jaya Irjen Asep Edi Suheri menegaskan pihaknya berkomitmen menangani perkara ini secara profesional, transparan, dan akuntabel sesuai arahan Presiden dan Kapolri .
Publik tentu berharap kasus ini tidak bernasib seperti penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan yang berlarut-larut. Dengan bukti CCTV yang cukup dan komitmen politik yang kuat dari pemerintah, seharusnya pelaku baik eksekutor maupun otak intelektualnya—bisa segera ditangkap dan diadili.
Jurnalis : Jos SP
source : all media


















