SURAMADUPOST Jakarta — Direktur Eksekutif IndexPolitica, Alip Purnomo, menilai kepemimpinan adat Papua memiliki nilai pengabdian sosial yang kuat dan layak menjadi refleksi bagi kehidupan politik nasional saat ini. Hal itu disampaikannya dalam diskusi publik usai pemutaran film dokumenter Pesta Babi yang digelar Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas MH Thamrin, Jakarta.
Menurut Alip, di tengah krisis keteladanan elite nasional, masyarakat adat Papua justru masih mempertahankan tradisi kepemimpinan yang berakar pada pengabdian dan penghormatan terhadap rakyat.
“Di banyak komunitas adat Papua, pemimpin dihormati karena pengorbanan dan pengabdiannya kepada rakyat, bukan karena nepotisme, kekuasaan, atau kedekatan politik. Nilai seperti ini justru mulai langka dalam kehidupan berbangsa kita,” ujar Alip.
Ia menilai kepemimpinan adat Papua lahir dari kedekatan pemimpin dengan komunitasnya, sehingga legitimasi sosial dibangun melalui keteladanan dan tanggung jawab moral.
“Pemimpin adat hidup bersama rakyatnya, merasakan penderitaan rakyatnya, dan menjaga keseimbangan komunitasnya. Itu berbeda dengan banyak elite modern yang justru semakin jauh dari realitas masyarakat,” katanya.

Alip mengatakan tradisi kepemimpinan adat Papua memperlihatkan bahwa kekuasaan bukan sekadar jabatan administratif, melainkan amanah sosial yang menuntut pengorbanan.
“Dalam banyak komunitas adat, pemimpin tidak dihormati karena baliho atau pencitraan, tetapi karena rekam jejak pengabdiannya. Itu pelajaran penting bagi demokrasi kita hari ini,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan bahwa pembangunan nasional tidak boleh memutus hubungan masyarakat adat dengan nilai-nilai kepemimpinan lokal yang selama ini menjaga solidaritas sosial di Papua.
Menurutnya, negara seharusnya belajar dari masyarakat adat tentang cara membangun kepemimpinan yang berakar pada etika, pengabdian, dan rasa tanggung jawab terhadap rakyat.
“Kalau bangsa ini ingin keluar dari krisis moral politik, maka kita harus kembali belajar pada nilai-nilai pengabdian yang masih hidup dalam masyarakat adat,” pungkasnya.
source : Alip Purnomo / Direktur Eksekutif IndexPolitica
Jurnalis : JP Sastra SP

















