SURAMADUPOST Surabaya. Jalan Bulak banteng timur kelurahan Bulak banteng kecamatan kenjeran pertigaan bulak banteng timur arah pasar tambak Wedi penuh sampah.
Berdasarkan pantau tim media Suramadu post terlihat aneka sampah yang di tempatkan dipinggir bangunan dan atas selokan box culvere.
Hal ini menunjukkan kurangnya kesadaran warga dalam tertib pembungan sampah padahal jarak ke depo sampah cukup dekat.
Pemasangan spanduk larangan membuang sampah serta ancaman perda sampah nampaknya tidak dihimbau warga sekitar.

” Koyok e perlu ditegaskan perda sampahnya , kalo perlu dipenjara bagi yang buang sampah sembarangan,ben kapok mas ” ungkap warga bulak banteng yang kesal dengan oknum warga yang kurang peduli dengan lingkungan .
Lurah Bulak banteng dan Camat Kenjeran melihat hal ini ambil mengambil langkah cepat dengan mengerahkan jajarannya dan bekerjasama dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk membersihkan sampah yang berada di sekitar pertigaan jalan tersebut.
“kami setiap hari memantau terus, dan kami piketkan petugas kami di sepanjang jalan pertigaan bulak banteng timur sampai arah pasar tambak wedi, spanduk himbuan juga kami pasang tapi masih ada oknum warga yang masih membuang sampah di situ “ ucap gin gin ginanjar panggilan akrabnya camat kenjeran.
“ Itu sudah sering dibersihkan, memang bukan TPS jadi pengambilannya 1 minggu sekali” pungkas Matlilla lurah Bulak Banteng pada awak media.

Sebelumnya jalan ini pernah ditutup total oleh pemiliknya , karena kurang pedulinya warga terhadap lingkungan sekitar dengan membuang sampah di dekat rumahnya. Dengan mediasi cukup panjang antara pemilik tanah dan pemerintah kota Surabaya, akhirnya walikota Surabaya Eri cahyadi dan pemilik rumah sepakat membongkar tembok yang menutup jalan.
Source : tim media suramadupos.id
Jurnalis : JP Sastra SP


















