Menu

Berita Terbaru

PEMBELAJARAN COSPLAY AJANG ADU BAKAT BAGI SISWA SMPN 52 SURABAYA

Penulis -

SURAMADUPOST Surabaya – Memotivasi anak didik untuk berkreatifitas itu bisa dilakukan dengan berbagai macam cara. Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMP) 52 Surabaya melaksanakan sebuah pameran karya seni dalam bingkai cosplay  untuk yang pertama kalinya

     Mulai . Karya seni yang dipamerkan merupakan hasil karya siswa siswi kelas 9 dari beberapa kegiatan, diantaranya; kegiatan proyek di kelas yang berhubungan dengan tema yang dipelajari setiap minggunya, karya seni anak atas kerja sama dengan orang tua yang dilakukan  di rumah, dan karya seni inovasi dari bahan yang sudah jadi atau daur ulang, kemudian dirubah menjadi karya dua dimensi dan tiga dimensi

.Bentuk ruang dan pakian yang di desain tiap kelas memiliki tema masing masing masing dan jadwal yang berbeda –beda, kelas 9A lebih menyukai tema  nuasa ruang gurun pasir dan berpakaian nuangsa bangsa arab, sedangkan kelas 9E lebih disukai nuansa dunia mistik , gaya berpakaian mereka lebih dominan ala makhluk halus atau tak kasap mata, ruang kelas para siswa 9e ini menyulap jadi ruang asral terdapat sesek yang berisi dupa, pisang, telur ayam kampong,kelapa tua dan bunga tujuh rupa, bau ,mistik terasa ketika memasuki kelas 9e disamping itu alunan music suara hantu dan lingsir wingi membikin merinding bulu kuduk manusia.

Pameran ini  dihadiri kepala SMP Negeri 52 Surabaya, waka , guru dan tendik (tenaga pendidik ) beserta siswa siswi SMP Ngeri Surabaya menyakan cukup bagus dan kreatifitas tinggi dlalam pengembangankan seni ‘

Istilah cosplay (gabungan costume dan play) diciptakan oleh Nobuyuki Takahashi dari Studio Hard pada tahun 1984 setelah terinspirasi oleh kostum di Worldcon, Los Angeles. Namun, perintis penggunaan kostum fiksi pertama (costume play) adalah Myrtle R. Douglas dan Forrest J. Ackerman pada Worldcon 1939. 

Berikut adalah rincian sejarah penemu dan pelopor cosplay:

  • Pencipta Istilah (Cosplay): Nobuyuki Takahashi menciptakan istilah kosupure (cosplay) pada tahun 1984, yang kemudian populer di Jepang.
  • Pelopor Pertama (Costume Play): Pada tahun 1939, Myrtle R. Douglas (dikenal sebagai Morojo) dan Forrest J. Ackerman mengenakan kostum futuristik buatan tangan di Worldcon pertama di New York. Mereka diakui oleh International Costumers’ Guild sebagai bapak dan ibu pembuatan kostum konvensi.
  • Perkembangan: Meski berakar dari tradisi kostum fiksi ilmiah Barat, budaya cosplay modern berkembang pesat di Jepang seiring populernya anime dan manga.

Cosplay telah berkembang menjadi budaya populer global yang melibatkan totalitas dan kreativitas, termasuk di Indonesia. 

Pembelajaran cosplay adalah proses mempelajari seni mengenakan kostum, tata rias, dan menirukan perilaku karakter fiksi (anime, game, film) untuk meningkatkan kreativitas, rasa percaya diri, dan keterampilan teknis. Fokus pembelajarannya meliputi pembuatan/pemilihan kostum (jubah, bodysuit), styling wig, teknik makeup, latihan pose, hingga manajemen komunitas dan media sosial. 

Berikut adalah poin-poin penting dalam pembelajaran cosplay:

  • Dasar-Dasar & Keterampilan: Pembelajaran mencakup teknik menjahit dasar, penggunaan bahan seperti busa hati (EVA foam) untuk armor, serta penataan wig.
  • Akting & Pose: Cosplay tidak hanya memakai kostum, tetapi juga memerankan karakter tersebut. Latihan pose dan ekspresi di depan cermin sangat disarankan.
  • Tata Rias (Makeup): Mempelajari teknik makeup khusus untuk mengubah wajah agar mirip dengan karakter fiksi.
  • Kreativitas & Percaya Diri: Kegiatan ini terbukti meningkatkan kepercayaan diri, terutama ketika mengenakan kostum yang dibuat sendiri.
  • Tips Pemula: Memulai dengan karakter yang disukai, aktif di komunitas, konsisten mengunggah karya di media sosial, dan membawa perlengkapan darurat (peniti/lem) saat acara.
  • Pendidikan & Profesional: Beberapa universitas (seperti BINUS) bahkan mengintegrasikan cosplay ke dalam pembelajaran untuk meningkatkan kreativitas. Selain itu, terdapat kursus cosplay profesional seperti di Bandung atau Malang.

Cosplay adalah perpaduan hobi dan keterampilan kreatif yang menuntut ketelitian dan dedikasi, sering kali diarahkan untuk menjadi fanpreneur atau kreator konten profesional. 

Jurnalis . JP Sastra

Rekomendasi Untuk Anda

Berita SuramaduPost Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kirim Opini Kamu

Kirim Opini Kamu

Kategori

Nasional & Viral

Metro Jatim

Hukum & Kriminal

Pendidikan

Keshatan

Olahraga

Event

Bagikan Info Berita

Facebook
Pinterest
LinkedIn
Twitter
Telegram
WhatsApp