Menu

Berita Terbaru

MENGENAL FLU SINGAPURA : Penyebab, Gejala , dan Pencegahannya

Penulis -

MENGENAL FLU SINGAPURA : Penyebab, Gejala , dan Pencegahannya

SURAMADUPOST  Kesehatan – Flu Singapura atau Hand, Foot, and Mouth Disease (HFMD) adalah penyakit infeksi virus menular yang sangat umum menyerang anak-anak. Penyakit ini ditandai dengan demam, luka seperti sariawan di dalam mulut, serta ruam atau lepuhan bintik-bintik merah pada telapak tangan dan telapak kaki.

Penyakit yang secara medis disebut Hand, Foot, and Mouth Disease (HFMD) ini pertama kali terdeteksi dan dilaporkan di Indonesia pada awal tahun 2000-an. Penyakit ini mulai mendapat perhatian luas dan mewabah di berbagai daerah di Indonesia sejak wabah besar terjadi di negara tetangga pada periode 2000 hingga awal 2006.

Penyakit ini sangat populer dengan sebutan Flu Singapura karena negara tersebut sempat mengalami epidemi besar pada tahun 1970, dan lonjakan kasusnya di kawasan Asia Tenggara pada tahun 2000-an sering dikaitkan dengan negara tersebut

Simak rincian lengkap mengenai penyakit ini berikut:

Penyebab Utama

Infeksi Virus: Umumnya disebabkan oleh Coxsackievirus dan Enterovirus (seperti EV-71).

Penularan: Sangat mudah menular melalui kontak langsung (air liur, tinja, cairan dari lepuhan), udara (bersin/batuk), atau benda yang terkontaminasi.

 Gejala yang Sering Muncul

Gejala biasanya muncul 3-7 hari setelah terpapar virus:

Fase Awal: Demam tinggi, nyeri tenggorokan, tidak nafsu makan, dan tubuh terasa lemas.

Fase Lanjutan: Munculnya sariawan di lidah, gusi, serta bagian dalam pipi.

Fase Akhir: Ruam atau bintik kemerahan yang terkadang melepuh di telapak tangan, telapak kaki, dan area popok.

Cara Pengobatan

Tidak ada obat khusus untuk membunuh virus ini karena umumnya dapat sembuh sendiri dalam waktu 7-10 hari. Fokus perawatan meliputi:

Pereda Demam/Nyeri: Gunakan obat penurun panas bebas seperti parasetamol atau ibuprofen sesuai dosis.

Cegah Dehidrasi: Pastikan kebutuhan cairan anak tetap terpenuhi dengan air putih atau minuman dingin.

Makanan Lunak: Hindari makanan yang pedas, asam, atau terlalu panas agar tidak mengiritasi sariawan di mulut.

Langkah Pencegahan

Rajin Cuci Tangan: Gunakan sabun dan air mengalir, terutama setelah dari toilet atau mengganti popok.

Jaga Kebersihan: Bersihkan dan disinfeksi permukaan benda yang sering disentuh anak.

Isolasi Mandiri: Hindari berbagi alat makan/minum dan jauhkan anak dari kontak dekat dengan orang lain selama masih sakit.

Source : kementrian kesehatan

Jurnalis : JP Sastra SP

Rekomendasi Untuk Anda

Berita SuramaduPost Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kirim Opini Kamu

Kirim Opini Kamu

Kategori

Nasional & Viral

Metro Jatim

Hukum & Kriminal

Pendidikan

Keshatan

Olahraga

Event

Bagikan Info Berita

Facebook
Pinterest
LinkedIn
Twitter
Telegram
WhatsApp