SURAMADUPOS Edukasi – Ajaran Rasulullah SAW mengenai Qiyamul Lail (shalat malam) menekankan pada konsistensi (istiqomah), kekhusyukan, dan menjadikannya sebagai sarana utama mendekatkan diri kepada Allah SWT. Rasulullah SAW bahkan sering beribadah malam hingga kakinya bengkak sebagai bentuk rasa syukur.
Berikut adalah poin-poin ajaran Rasulullah SAW dalam Qiyamul Lail:
1. Tata Cara dan Waktu Pelaksanaan
- Waktu Utama: Sepertiga malam terakhir (sekitar jam 2-4 pagi) adalah waktu paling utama.
- Tidur Terlebih Dahulu: Tahajud dilakukan setelah tidur, meskipun hanya tidur sebentar setelah Isya.
- Jumlah Rakaat: Rasulullah SAW umumnya mengerjakan 8 rakaat tahajud, ditambah 3 rakaat witir (total 11 rakaat). Namun, diperbolehkan memulai dengan jumlah yang ringan (misal: 2 rakaat tahajud + 1 witir).
- Dua Rakaat Salam: Dilakukan secara dua rakaat, dua rakaat (salam setiap dua rakaat).
- Memperpanjang Sujud dan Bacaan: Rasulullah SAW memperpanjang bacaan shalat dan sujudnya.
2. Amalan Saat Qiyamul Lail
- Membaca Al-Qur’an: Rasulullah SAW sering membaca surat-surat panjang dalam shalat malamnya.
- Memperbanyak Doa dan Istigfar: Waktu ini adalah saat ijabah (dikabulkannya doa).
- Membaca Doa Khusus: Setelah salam, dianjurkan membaca doa tahajud yang diajarkan Rasulullah SAW, yang berisi pengakuan tauhid, berserah diri, dan permohonan ampun.
3. Sunnah-sunnah Terkait
- Memulai dengan Dua Rakaat Ringan: Sebelum masuk ke shalat tahajud, disunnahkan shalat dua rakaat ringan sebagai pembuka.
- Witir Sebagai Penutup: Menjadikan shalat Witir sebagai penutup rangkaian ibadah malam.
- Berniat Sebelum Tidur: Bertekad bangun malam untuk ibadah.
- Mengqadha Jika Terlewat: Jika terbiasa tahajud lalu tertidur, diperbolehkan mengqadha antara subuh hingga zuhur.
4. Keutamaan Qiyamul Lail Menurut Rasulullah
- Kebiasaan Orang Saleh: Merupakan ibadah orang-orang saleh terdahulu.
- Pengapus Dosa: Shalat malam di bulan Ramadhan (tarawih/tahajud) mengampuni dosa-dosa yang telah lalu.
- Mendapatkan Kedudukan Terpuji: Sesuai dengan surat Al-Isra’ ayat 79.
- Obat dan Ketenangan: Menjadi obat hati dan penenang jiwa.
Bagi wanita yang sedang haid, tetap dianjurkan bangun di sepertiga malam untuk berdzikir dan berdoa, meskipun tidak melakukan shalat
Jurnalis : JP Sastra


















