Menu

Berita Terbaru

INDONESIA, PESTA BABI DI MANA MANA.

Penulis -

INDONESIA, PESTA BABI DI MANA MANA.

SURAMADUPOST Viral – Baru saja orang heboh film dokumenter investigasi Pesta Babi: Kolonialisme di jaman kita kaya. Orang ramai nonton bareng. Bahkan sampai aparat turun membubarkan. Adakah yang tersinggung? Sampai seorang KASAD dengan pertanyaan aneh yang biayai siapa? Seperti ucapan viral Yusuf Mansyur: “Duitnya dari mana?” Trus kalo ada maumu apa?

Banyak yang mengira film biasa, pesta tradisi suatu daerah. Ternyata film tersebut menceritakan rakusnya manusia, dengan bekingan penguasa merusak ribuan hektar ekosistem hutan di papua. Dengan ribuan buldoser dan alat berat diturunkan membabat hutan dengan berbagai kepentingan. Kita sudah menyaksikan kerusakan dan bencana alam, banjir dan longsor di Sumatra, Kalimantan, Sulawesi bahkan Papua. Masihkah belum cukup? Akankah kita biarkan dan tunggu kerusakan datang?

Pesta babi ternyata bukan hanya di hutan. Ada di mana mana, bahkan di program prioritas presiden dengan nama MBG. Tiyo menyebutnya Maling Berkedok Gizi. Ribuan SPPG dibangun megah dengan melibatkan banyak yayasan yang berafiliasi TNI, Polri, Kejaksaan, Parpol maupun politisi.

Program yang dibanggakan presiden, dengan berbagai pujian. APBN bobol trilyunan setiap hari untuk program makanan beracun dan basi. Kedok dan permainan jual beli titik lokasi. Bahkan sampai mark up pengadaan barang yang tidak terkait pangan. Motor listrik, tablet, seragam, kaos kaki, peralatan makan dan EO. Banyak kejanggalan yang menjadi sorotan netizen. Sampai ketiga pimpinan BGN dicopot, dijemput, ditahan kejagung dan diberi rompi.

Bahkan kasus masih bergulir di pengadilan. Pesta babi di Kemenaker yang ditangani KPK. Mantan Wamen Ebenezer jadi pemeran puluhan milyar pungutan sertifikat K3 kemenaker. Banyak pejabat teras terlibat dalam kasus tersebut.

Pesta babi juga terjadi di Kementrian Imigrasi, mencapai ratusan milyar sejak 2023. Bahkan Silmy Karim seorang Wamen IMIPAS, terima setoran 100juta/minggu berpesta hasil pungutan KITAS dan KITAP keimigrasian. Berbagi jatah dari Wamen, dirjen, kepala kantor sampai ke bawah. Sekian tahun mereka bermain rapi, berbagi dan happy happy.

Dalam kondisi ekonomi domestik kurang terurus, terabaikan seolah baik baik saja. Pesta babi tidak hanya di dalam negeri. Dana ratusan milyar juga keluar dari APBN untuk perjalanan ke luar negeri. Bukan sekedar konferen dan undangan. Bahkan kunjungan ke Perancis saja sampai 4 kali. Berbagai negara dikunjungi bahkan sampai lebih 50 kali dalam 1,5 tahun kunjungan ke LN. Sampai banyak surat duta besar ke Indonesia terlantar, berlarut tidak ditangani dan diterima. Ini masalah kepercayaan dan hubungan antar negara. Beginikah negara kita biarkan dikelola amatiran?

Indikator ekonomi dan fiskal makin parah, defisit bengkak, hutang melambung, IHSG dan rupiah jatuh. Sementara rakyat mengalami hidup makin sulit. Para pemimpin, DPR RI dan pejabat tidak peka, tertutup gaji, tunjangan dan fasilitas negara. Banyak industri tutup, lapangan kerja sulit dan PHK semakin luas. Harga harga kebutuhan melambung, daya beli makin lemah. Mau ke mana kita dibawa?

source : Nurmadi H. Sumarta

Jurnalis : JP Sastra SP

Rekomendasi Untuk Anda

Berita SuramaduPost Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kirim Opini Kamu

Kirim Opini Kamu

Kategori

Nasional & Viral

Metro Jatim

Hukum & Kriminal

Pendidikan

Keshatan

Olahraga

Event

Bagikan Info Berita

Facebook
Pinterest
LinkedIn
Twitter
Telegram
WhatsApp