Menu

Berita Terbaru

HOAKS, RISMON BONGKAR Rp. 2 MILLIAR UNTUK IJAZAH PALSU JOKOWI

Penulis -

hoaks rismon bongkar 2 m untuk ijazah palsu jokowi

SURAMADUPOST Jakarta – Tidak ada laporan atau bukti yang kredibel mengenai klaim bahwa Rismon Sianipar membongkar uang Rp 2 miliar. Sebaliknya, informasi terbaru menunjukkan bahwa Rismon Sianipar telah menyatakan permintaan maaf kepada Presiden Joko Widodo dan mengakui bahwa ijazah Presiden Jokowi adalah asli. 

Berikut adalah poin-poin penting terkait perkembangan kasus tersebut:

  • Permintaan Maaf: Rismon Sianipar, yang sebelumnya merupakan salah satu pelapor dalam kasus tudingan ijazah palsu Jokowi, telah meminta maaf setelah melakukan kajian ulang dan bertemu langsung dengan Presiden Jokowi di Solo pada Maret 2026.
  • Pengakuan Ijazah Asli: Berdasarkan temuan barunya, Rismon menyatakan bahwa tidak ada kejanggalan terhadap keaslian ijazah.
  • Klaim Pengeluaran Dana: Salah satu sumber menyebutkan bahwa Rismon telah menghabiskan sekitar Rp 700 juta untuk membangun isu ijazah palsu tersebut, bukan Rp 2 miliar yang disebutkan dalam pertanyaan Anda.
  • Penyelesaian Kasus: Rismon mengajukan permohonan penyelesaian kasusnya melalui mekanisme restorative justice (perdamaian).

Dengan demikian, klaim mengenai Rismon membongkar uang Rp 2 miliar untuk membuktikan ijazah Jokowi adalah tidak akurat berdasarkan informasi dan berita terkini.

Dulu ia berdiri di barisan paling depan, lantang menuding, seolah paling tahu kebenaran. Kini? Arah angin berubah—dan Rizmon justru menjelma menjadi “kotak pandora” yang perlahan membuka satu per satu lapisan gelap di balik riuhnya isu fitnah ijazah Jokowi.

Ironisnya, mereka yang dulu bersorak kini mulai gelisah. Rizmon yang pernah sejalan, kini berbalik arah—bukan sekadar berbeda, tapi berhadapan langsung dengan kubu Roy cs. Seolah panggung politik ini tak pernah kekurangan drama: kawan bisa jadi lawan dalam sekejap, dan “kebenaran” mendadak punya banyak versi.

Semakin keras teriakan Roy menggema, semakin dalam pula Rizmon menggali. Pertanyaannya sederhana: ini soal membela kebenaran, atau sekadar adu siapa paling keras bersuara?

Publik pun hanya bisa menonton—antara percaya, ragu, atau sekadar menunggu siapa yang akhirnya tersandung oleh ceritanya sendiri.

Source : all media

Jurnalis : Jos SP

Rekomendasi Untuk Anda

Berita SuramaduPost Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kirim Opini Kamu

Kirim Opini Kamu

Kategori

Nasional & Viral

Metro Jatim

Hukum & Kriminal

Pendidikan

Keshatan

Olahraga

Event

Bagikan Info Berita

Facebook
Pinterest
LinkedIn
Twitter
Telegram
WhatsApp