SURAMADUPOST Bandung – Tuduhan yang dinilai merendahkan profesi guru ini datang langsung dari pihak Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) Al-Mubarokah, Sukabumi, yang mendistribusikan MBG untuk siswa SMAN 1 Ciemas.
Usai dituduh mengambil jatah MBG siswa, pihak sekolah meminta SPPG untuk mendistribusikan MBG langsung ke tangan siswa tanpa perantara guru dan staf sekolah.
Karena menurut UU. No. 14 Tahun 2005, guru bertugas sebangai pengajar dan melakukan evaluasi pendidikan bukan pendistribusi MGB pada siswa menurut pihak SMAN 1 Ciemas.
Tugas membagikan MBG pada siswa juga dinilai telah membebani kerja guru yang mana seharusnya itu merupakan tugas pihak SPPG.

Maka dari itu pihak SMAN 1 Ciemas meminta agar SPPG Al-Mubarokah menyediakan tenaga khusus untuk pembagian MBG langsung ke siswa.
Namun permintaan ini ditolak oleh pihak SPPG Al-Mubarokah dengan alasan ketentuan mekanisme pembagian MBG yang telah ditetapkan, sehingga pelaksanaanya harus tetap mengikuti prosedur.
Pihak sekolah memberikan pengumuman itu disampaikan lewat surat bernomor 043/TU.01.02/SMANSAC yang ditujukan kepada para orang tua, siswa-siswi, serta masyarakat sekitar sekolah. Surat tersebut kemudian dipublikasikan melalui akun Facebook resmi milik sekolah.
Kepala SMAN 1 Ciemas, Ramdan Sutana Hadi, yang menandatangani surat itu, menjelaskan bahwa keputusan tersebut diambil setelah adanya tuduhan dari beberapa orang tua siswa yang dianggap tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya di lapangan.
“Penundaan tersebut salah satunya disebabkan oleh adanya tudingan dari orang tua siswa yang menyatakan bahwa jatah MBG milik siswa yang tidak hadir diambil oleh guru,” kata Ramdan
Pengumuman itu disampaikan lewat surat bernomor 043/TU.01.02/SMANSAC yang ditujukan kepada para orang tua, siswa-siswi, serta masyarakat sekitar sekolah. Surat tersebut kemudian dipublikasikan melalui akun Facebook resmi milik sekolah.
Kepala SMAN 1 Ciemas, Ramdan Sutana Hadi, yang menandatangani surat itu, menjelaskan bahwa keputusan tersebut diambil setelah adanya tuduhan dari beberapa orang tua siswa yang dianggap tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya di lapangan.
“Penundaan tersebut salah satunya disebabkan oleh adanya tudingan dari orang tua siswa yang menyatakan bahwa jatah MBG milik siswa yang tidak hadir diambil oleh guru,” kata Ramdan
Ia menegaskan bahwa tuduhan itu tidak benar. Ia menjelaskan bahwa pihak sekolah justru memberi kesempatan kepada siswa yang tidak masuk untuk tetap mengambil jatah makanan mereka hingga batas waktu yang telah ditentukan.

“Guru menunggu sampai jam kerja. Siapa tahu siswa yang tidak masuk ada yang datang untuk mengambil. Jadi tidak benar kalau makanan itu diambil oleh guru,” tegasnya.
Saat ini sudah hampir seminggu SMAN 1 Ciemas berhentikan sementara waktu penyaluran Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk siswa mereka.
Hal ini dilakuka sebagai bentuk protes usai guru-guru di SMAN 1 Ciemas dituduh mengambil jatah MBG siswa
Source : all berita & fb sman 1 ciemas
Jurnalis : Jos SP


















