SURAMADUPOST Jakarta – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menanggapi kondisi sejumlah negara yang mulai terdampak perang di Timur Tengah. Filipina sendiri sudah mengumumkan status darurat energi nasional dan Bangladesh dilanda krisis bahan bakar minyak (BBM).

Purbaya mengatakan masalah darurat energi bukan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), melainkan dari suplainya. Indonesia diminta untuk bersiap-siap jika kondisi seperti ini terus terjadi secara berkepanjangan.
“Darurat energi itu bukan di APBN. Darurat energi adalah kalau misalnya suplainya berhenti, itu yang saya takut. Bukan harganya, (tetapi) suplainya nggak ada, ini kan masih ada suplainya. Jadi kalau dibilang darurat, enggak, tetapi kita mesti siap-siap terus ke depan.” Ucap Purbaya
Sampai saat ini Purbaya memastikan APBN masih tahan menghadapi kenaikan harga energi dan tidak akan diubah sampai akhir tahun. Meski demikian, ia menyerahkan keputusan akhir kepada presiden Prabowo Subianto.
Hingga 27 Maret 2026, ketegangan militer antara Amerika Serikat-Israel dan Iran telah memicu krisis energi global yang signifikan, dengan beberapa negara mulai menetapkan status darurat. Berikut adalah rincian dampak dan status darurat yang terjadi:
Negara dengan Status Darurat Energi
- Filipina: Menjadi negara pertama yang secara resmi menetapkan Status Darurat Energi Nasional pada 24 Maret 2026. Kebijakan ini berlaku selama satu tahun untuk memitigasi kelangkaan BBM karena 98% kebutuhan minyak mentah mereka berasal dari kawasan Teluk.
- Slovenia: Menerapkan pembatasan pembelian BBM (penjatahan darurat) guna menahan lonjakan permintaan dan gangguan distribusi.
- Sri Lanka: Memangkas konsumsi energi sebesar 25%, termasuk mematikan lampu jalan dan papan reklame mulai pukul 21.00 untuk menghemat pasokan.
Dampak Global & Rantai Pasok
- Lumpuhnya Selat Hormuz: Jalur pelayaran vital yang dilewati sekitar 20% minyak dunia hampir lumpuh akibat serangan terhadap kapal-kapal tanker.
- Lonjakan Harga Minyak: Harga minyak dunia sempat melonjak hingga 175 dolar AS per barel. Di Filipina, harga solar bahkan melonjak dua kali lipat hingga menembus 120 peso (sekitar Rp33.800) per liter.
- Gangguan Produksi: Terminal ekspor utama seperti Ras Tanura di Arab Saudi sempat menghentikan operasi sementara setelah adanya serangan dron.
Kondisi di Indonesia
Hingga saat ini, pemerintah Indonesia belum menetapkan status darurat energy
. Stabilitas APBN: Kementerian Keuangan menyatakan bahwa APBN dan subsidi energi saat ini masih mampu menahan gejolak harga minyak dunia.
- Panic Buying: Meski stok nasional dinyatakan aman, telah terjadi fenomena antrean panjang di SPBU di wilayah seperti Aceh, Sumatera Utara, dan Riau karena masyarakat khawatir akan kelangkaan menjelang masa mudik Lebaran.
- Kesiapan Mediasi: Indonesia telah menyampaikan kesediaan untuk memfasilitasi dialog dan mediasi guna mendinginkan suasana di Teheran.
Source : all media
Jurnalis : Aji SP



















