Menu

Berita Terbaru

BETAPA JAHATNYA EGGI SUDJANA & DAMAI HARI LUBIS, DULU BERJUANG BERSAMA SEKARANG MENJALANKAN STRATEGI PECAH-BELAH JOKOWI

Penulis -

SURAMADUPOST Jurnal Indonesia – Eggi Sudjana (ES) adalah orang penting dibalik kasus ijazah palsu JOKOWI. Rustam Efendi, menyebutnya sebagai ‘Orang Besar’ dalam kasus ini. ES telah lama mempersoalkan ijazah palsu JOKOWI, bukan hanya SD, SMP dan SMA, melainkan juga ijazah S-1 UGM JOKOWI.

Jadi, dusta saja ketika ES berdalih hanya mempersoalkan ijazah SD, SMP dan SMA. Sejak awal, dia juga menyebut ijazah UGM JOKOWI palsu. Cek saja di jejak digitalnya.

Namun ES memang pengecut dan pengkhianat. Saat kawan seperjuangan menjadi tersangka, dia mau aman sendiri. Pergi ke Solo menemui JOKOWI, memohon ampun untuk mendapatkan SP-3.

ES berdalih melakukan itu karena ada masukan dan basehah sejumlah pihak. Berarti, ada skenario pengkhianatan yang dipersiapkan. Sebaiknya, ES sebut saja siapa pihak-pihak yang telah memberikan saran ke Solo. Agar terbuka, siapa saja yang mengkhianati perjuangan.

Jadi lucu saja, ES mau laporkan penulis lewat pengacaranya ke polisi. Buruk muka cermin dibelah. Sampai saat ini, ES tidak mau bertanggungjawab atas pengkhianatan itu, yang membuat geng Solo makin mudah memainkan strategi pecah belah. Tapi dia tunjuk hidung pihak lainnya.

Puncaknya, Damai Hari Lubis (DHL) membuat laporan polisi terhadap penulis. ES dan DHL ini 11, 12. Sama-sama pengkhianat. Bahkan, bukan hanya berkhianat kepada perjuangan membongkar ijazah palsu JOKOWI, mereka berdua juga berkhianat pada Solo.

Sudah dimaafkan, sudah di SP-3, masih saja teriak teriak ijazah JOKOWI palsu. Kan bikin geng Solo gerah. Kubu Termul minta SP-3 ES dan DHL dicabut.

ES dan DHL masih ingin memakai topeng pahlawan, setelah jelas pengkhianatannya. Ingin selamat sendiri, tapi mengorbankan kawan perjuangan.

Mereka meninggalkan Roy Suryo, Rismon Sianipar, Tifauzia Tyassuma, Rizal Fadilah, Kurnia Tri Royani dan Rustam Efendi yang sebelumnya datang ke Yogya dan Solo atas seruan ES. Setelah peristiwa Jogja dan Solo berujung status tersangka, ES dan DHLlari dari medan perang (meminjam istilah Bu Kurnia Tri Royani).

Penulis bisa membayangkan, betapa geram dan marahnya Roy Suryo, Rismon Sianipar, Tifauzia Tyassuma, Rizal Fadilah, Kurnia Tri Royani dan Rustam Efendi. Mereka seperti dijadikan tumbal pengkhianatan ES dan DHL.

Meskipun demikian, kejahatan ES dan DHL tak berdiri sendiri. Mereka, dimanfaatkan JOKOWI melalui institusi polisi untuk memecah-belah perjuangan membongkar ijazah palsu JOKOWI,

Laporan DHL terhadap penulis, adalah konfirmasinya. Sebab, jika tidak ada peran Solo, niscaya laporan ditolak karena apa yang dikeluhkan terhadap penulis adalah bagian dari kerja advokasi untuk membela klien, yang dilindungi UU advokat.

Seluruh rakyat harus paham ini. Saat ini, polisi tidak sedang bekerja berdasarkan hukum. Melainkan, bekerja mengikuti atensi JOKOWI.

Selamat atas ES dan DHL. Selamat, telah menjadi barisan ‘Termul’ baru yang menjalakan agenda pecah belah JOKOWI

Oleh : Ahmad Khozinudin, S.H.
Advokat

Koordinator Non Litigasi Tim Advokasi Anti Kriminalissi Akademisi & Aktivis

Rekomendasi Untuk Anda

Berita SuramaduPost Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kirim Opini Kamu

Kirim Opini Kamu

Kategori

Nasional & Viral

Metro Jatim

Hukum & Kriminal

Pendidikan

Keshatan

Olahraga

Event

Bagikan Info Berita

Facebook
Pinterest
LinkedIn
Twitter
Telegram
WhatsApp