Menu

Berita Terbaru

AMERIKA SERIKAT PERINTAHKAN WARGA DAN DIPLOMATNYA KELUAR DARI ARAB SAUDI

Penulis -

AMERIKA SERIKAT PERINTAHKAN WARGA DAN DIPLOMATNYA KELUAR DARI ARAB SAUDI

SURAMADUPOS Viral – Pemerintah Amerika Serikat melalui Departemen Luar Negeri telah mengeluarkan perintah “keberangkatan wajib” (mandatory departure) bagi sebagian staf pemerintah dan anggota keluarga mereka yang berada di Arab Saudi per 8-9 Maret 2026. 

Langkah ini diambil akibat meningkatnya risiko keamanan yang serius menyusul eskalasi konflik di Timur Tengah, khususnya serangan balasan Iran terhadap kepentingan AS di kawasan tersebut setelah serangan gabungan AS-Israel. 

Berikut adalah poin-poin penting terkait situasi keamanan tersebut:

  • Perintah Evakuasi Wajib: Perintah ini memerintahkan pegawai non-darurat pemerintah AS dan anggota keluarga mereka untuk meninggalkan Arab Saudi. Sebelumnya, pemerintah AS hanya memberikan izin untuk pergi (authorized departure).
  • Penyebab: Situasi keamanan yang memburuk di Timur Tengah memicu serangan drone/rudal yang berdampak pada fasilitas diplomatik AS di Arab Saudi, Kuwait, dan Uni Emirat Arab.
  • Peringatan kepada Warga Negara AS: Departemen Luar Negeri AS juga mendorong warga negara AS di Arab Saudi untuk mempertimbangkan keluar dari negara tersebut menggunakan transportasi komersial yang tersedia.
  • Situasi di Lapangan: Kedutaan Besar AS di beberapa negara Timur Tengah melaporkan penutupan operasional, dan staf diplomatik diminta berhati-hati mengingat adanya potensi serangan rudal atau drone.
  • Shelter in Place: Jika memilih untuk tidak berangkat, warga AS diminta bersiap untuk shelter in place (berlindung di lokasi aman) dan memastikan ketersediaan kebutuhan pokok.

Situasi ini sangat dinamis, dan peringatan perjalanan (Travel Advisory) AS untuk Arab Saudi telah ditingkatkan ke level yang lebih tinggi akibat risiko konflik bersenjata dan terorisme

Sebelumnya, drone menghantam kedutaan AS di ibu kota Saudi, Riyadh, pekan lalu. Drone juga menyebabkan kerusakan di kedutaan AS di Kuwait dan Uni Emirat Arab (UEA).

Pada hari Minggu, Arab Saudi mengatakan dua orang tewas dan 12 luka-luka ketika sebuah proyektil mendarat di provinsi Al Kharj. Iran telah bersumpah untuk menuntut balasan setelah Amerika dan Israel melancarkan serangan yang menewaskan pemimpin tertinggi negara itu, Ayatollah Ali Khamenei.

Presiden Iran Masoud Pezeshkian pada hari Sabtu meminta maaf kepada negara-negara tetangga atas serangan tersebut. Tetapi, ia kemudian mengatakan Iran akan “terpaksa membalas” jika negara-negara tersebut digunakan untuk menyerang Iran.

Sebelumnya, drone menghantam kedutaan AS di ibu kota Saudi, Riyadh, pekan lalu. Drone juga menyebabkan kerusakan di kedutaan AS di Kuwait dan Uni Emirat Arab (UEA).

Pada hari Minggu, Arab Saudi mengatakan dua orang tewas dan 12 luka-luka ketika sebuah proyektil mendarat di provinsi Al Kharj. Iran telah bersumpah untuk menuntut balasan setelah Amerika dan Israel melancarkan serangan yang menewaskan pemimpin tertinggi negara itu, Ayatollah Ali Khamenei.

Presiden Iran Masoud Pezeshkian pada hari Sabtu meminta maaf kepada negara-negara tetangga atas serangan tersebut. Tetapi, ia kemudian mengatakan Iran akan “terpaksa membalas” jika negara-negara tersebut digunakan untuk menyerang Iran.

Source  : UEA NEWS

Jurnalis : Jos

Rekomendasi Untuk Anda

Berita SuramaduPost Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kirim Opini Kamu

Kirim Opini Kamu

Kategori

Nasional & Viral

Metro Jatim

Hukum & Kriminal

Pendidikan

Keshatan

Olahraga

Event

Bagikan Info Berita

Facebook
Pinterest
LinkedIn
Twitter
Telegram
WhatsApp