SURAMADUPOST Viral -Wanita berinisial F itu, merinci bahwa mark up tersebut dilakukan dengan cara menaikkan jumlah orderan namun barang yang datang tak sama.

Dalam podcast-nya, F mencontohkan dalam satu transaksi pembelian (purchase order/PO) beras yang tercatat sebanyak 11 karung, barang yang datang disebut hanya sembilan karung.
Namun dalam laporan administrasi, jumlahnya tetap dicatat sesuai pesanan awal.
“Pernah kita PO, itu PO kayak 11 karung, yang datang cuma 9 karung. Pernah itu ke koperasi yayasan. 11, dimark up tetap 11, ke BGN-nya juga tetap 11,” ungkapnya dalam video yang diunggah akun @jaga_arah.
Dalam percakapan tersebut, ia juga menyebut dugaan praktik manipulasi itu bukan hal baru dan diduga telah berlangsung cukup lama.
“Sudah lama (praktik ini),” katanya.
Namun, setelah podcast-nya beredar luas di medsos, wanita tersebut menyampaikan permohonan maaf yang menyinggung mark up dapur MBG.
Ia mengakui bahwa data yang disampaikannya sebelumnya belum sepenuhnya lengkap, sehingga memicu ketidaksinkronan informasi dan kesalahpahaman di ruang publik.
“Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. Saya Dela Shifa Fauziah, menyatakan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas kegaduhan dalam konten podcast yang saya buat beberapa waktu lalu,” ujarnya.
Secara khusus, F menyampaikan permohonan maaf kepada sejumlah lembaga yang namanya terseret dalam isu ini, di antaranya Badan Gizi Nasional (BGN) serta Yayasan Ath-Tho-Mitra.
Ia menegaskan bahwa pembuatan konten tersebut murni inisiatif pribadinya tanpa tekanan dari pihak mana pun.
F menjelaskan, pernyataan blak-blakan terkait dugaan manipulasi data yang disampaikannya dalam podcast dilatarbelakangi oleh emosi sesaat akibat perselisihan dengan pihak mitra kerja.
“Karena saya terpancing dan menjadi emosi yang memuncak dengan adanya kata-kata yang dilontarkan oleh mitra kepada saya, dan saya tidak terima dengan hal tersebut, sehingga terjadilah ide untuk membuat podcast ini,” ungkapnya.
Terkait substansi dugaan korupsi pengadaan bahan baku yang sempat ia suarakan, F mengklarifikasi bahwa setelah dilakukan validasi bersama, ditemukan adanya perbedaan data antara catatan pribadinya dengan realita lapangan.
Fikri Febriansyah (26) Kepala SPPG Lembursitu 2, mengatakan bahwa yang dikatakan F dalam podcast tersebut merupakan hal yang tak benar.
Fikri mengklaim bahwa adanya data yang diungkap oleh F tak sinkron dengan data SPPG.
Sebab ada pembelian lain untuk menutupi kekurangan bahan makanan.
“Awalnya ini kita miss komunikasi, antara akuntan dengan ahli gizi juga tidak ada laporan, karena di hari itu ada kekurangan beras, ayam dan buah,” kata Fikri saat ditemui awak media di Lembursitu Kota Sukabumi, Rabu (11/3/2026) sore.
“Jadi mau bagaimana lagi kan kita juga kekurangan itu di dini hari, jadi kita harus segera membeli langsung ke koperasi, sehingga ada penambahan dari ayam dan beras tersebut,” ucapnya lebih lanjut.
Fikri menuturkan bahwa begitu vital narasi tentang mark up tersebut, pihaknya kemudian memanggil yang bersangkutan.
Saat memanggil akuntan, Fikri menuturkan bahwa pihaknya kemudian melakukan sinkronisasi data dan menjelaskan bagaimana terjadinya pembelian bahan yang kurang.
Termasuk kala pembelian bahan ada yang rusak atau busuk.

“Saya menghubungi yang bersangkutan untuk mengadakan diskusi, lalu pengecekan dari pihak akuntan tersebut karena memang ada penambahan di hari tersebut juga. Kita kan diawali dengan datang barang, kita sortir dulu, karena ketika datang barang kan sesuai PO awal, dan ternyata ketika disortir itu ada yang busuk, ada yang rusak berasnya,” katanya.
“Jadi harus ada pengganti di dini hari, sehingga kita pesan lagi ke koperasi, jadi saat pemesanan barang akuntan itu sakit dan sedang tidak ada di dapur,” ucap Fikri.
Fikri kemudian menjelaskan setelah viralnya narasi tersebut pihak dapur dan F kemudian akan menyelesaikan masalah tersebut secara kekeluargaan.
“Kita juga sudah ada komunikasi dengan akuntan itu, dan dia juga sudah mengklarifikasi hal tersebut,” tegas Fikri. (*)
Source : beritaterkini ,infoterkini ,beritaviral ,mbg all media
gambar : gertak.id
Jurnalis : Jos SP


















