SURAMADUPOS Jakarta – Sampai saat ini, tidak ada informasi yang menunjukkan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah mengurangi gaji kabinet dan DPR RI akibat perang Iran vs Israel dan keterlibatan Amerika Serikat.
Mengenai DPR RI, pada 31 Agustus 2025, Presiden Prabowo menyampaikan bahwa pimpinan DPR telah sepakat untuk mencabut sejumlah tunjangan anggota dewan dan memberhentikan sementara kunjungan kerja ke luar negeri sebagai respons terhadap aspirasi masyarakat yang disuarakan dalam demonstrasi, bukan karena perang Iran vs Israel. Setelah pemangkasan tunjangan tersebut, pendapatan anggota DPR turun dari sekitar Rp104 juta menjadi sekitar Rp65 juta per bulan.
Mengenai kabinet, Presiden Prabowo telah mengeluarkan Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2025 tentang Efisiensi Belanja dalam Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan APBD Tahun Anggaran 2025, yang bertujuan untuk melakukan efisiensi anggaran sebesar Rp306,69 triliun. Namun, Menteri Keuangan Sri Mulyani telah menegaskan bahwa belanja gaji tidak dilakukan efisiensi sesuai dengan instruksi tersebut, sehingga gaji anggota kabinet tidak dipangkas.

Meskipun perang Iran vs Israel dapat memiliki dampak pada ekonomi Indonesia, seperti kenaikan harga minyak dunia yang dapat mempengaruhi subsidi energi dan defisit anggaran, tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa hal ini telah menyebabkan pengurangan gaji kabinet dan DPR RI.
Sebelumnya viral dijagat maya bahwa Presiden RI Prabowo Subianto menyinggung pengurangan gaji bagi anggota kabinet dan parlemen di tengah ketidakpastian global. Ia mencontohkan Pakistan telah lebih dulu mengambil langkah seperti itu.
“Mereka bahkan mengurangi gaji untuk anggota kabinet, untuk anggota DPR,” kata Prabowo di sidang kabinet, Istana Negara, Jakarta, Jumat (13/3).
Prabowo menyampaikan hasil penghematan gaji itu dikumpulkan dan dialihkan untuk membantu kelompok yang paling rentan.
Selain itu, Prabowo mengajak seluruh pihak untuk melakukan penghematan penggunaan BBM.
Ia menyampaikan itu di tengah melonjaknya harga minyak dunia buntut ditutupnya Selat Hormuz.
Ia kembali mencontohkan langkah yang diambil Pakistan dengan melaksanakan kebijakan bekerja dari rumah.
“Semua kantor pemerintah maupun swasta 50 persen kerja dari rumah. Kemudian hari kerja mereka potong hanya jadi 4 hari,” ucap dia.
Lalu, Prabowo menyebut Pakistan juga memotong semua ketersediaan BBM untuk semua kementerian dan mewajibkan 60 persen kendaraan pemerintah untuk tidak digunakan.
Kemudian, menghentikan semua belanja kendaraan, mebel dari seluruh lembaga pemerintahan untuk waktu yang belum ditentukan.
“Mereka hentikan semua kunjungan ke luar negeri, kemudian mereka kurangi tidak boleh gunakan dana pemerintah untuk acara-acara pesta dan sebagainya,” ujar dia.
Lalu untuk lembaga pendidikan tinggi juga melaksanakan kegiatan belajar mengajar secara daring.
“Ini hanya contoh, maksud saya ini ada berapa hari saya kira kita bisa kaji masalah ini, saya kira kita juga harus upayakan bahwa kita lakukan penghematan,” ujarnya.
Source : all media
Jurnalis : Aji SP


















