Menu

Berita Terbaru

KAESANG PUTRA MANTAN PRESIDEN JOKOWI JUAL ASET RP135 MILIAR DEMI SELAMATKAN KEUANGAN PASAR SAHAM EMITEN UDANG

Penulis -

KAESANG PUTRA MANTAN PRESIDEN JOKOWI JUAL ASET RP135 MILIAR DEMI SELAMATKAN KEUANGAN PASAR SAHAM EMITEN UDANG

SURAMADUPOST Jakarta — Tekanan berat masih membayangi kinerja PT Panca Mitra Multiperdana Tbk (PMMP), emiten pengolah makanan beku berbasis udang yang terafiliasi dengan Kaesang Pangarep, putra bungsu Presiden ke-7 RI Joko Widodo.

Dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), manajemen mengungkap langkah besar yang terpaksa diambil perusahaan: melepas aset strategis demi meredakan tekanan utang perbankan.

Aset tersebut dijual melalui anak usaha PMMP, PT Tri Mitra Makmur (TMM), berupa lahan seluas 66.835 meter persegi yang berlokasi di Situbondo, Jawa Timur. Tak hanya tanah, transaksi juga mencakup bangunan, mesin, serta fasilitas produksi yang selama ini menjadi bagian penting operasional.

Manajemen menyebut, langkah ini merupakan bagian dari proses restrukturisasi atas permintaan kreditur. Tujuannya jelas: menekan beban bunga sekaligus membayar sebagian pokok pinjaman.

Aset tersebut dilepas kepada PT Nusantara Seafood Adhikarya (Nusea) dengan nilai transaksi mencapai Rp135 miliar. Seluruh dana hasil penjualan langsung dialokasikan untuk melunasi kewajiban ke PT Bank Central Asia Tbk (BCA), tanpa masuk ke kas operasional perusahaan.

Tekanan finansial yang dialami PMMP bukan tanpa sebab. Sejak awal 2024, permintaan dari pasar utama, yaitu Amerika Serikat, mengalami penurunan signifikan. Kondisi ini memukul kinerja ekspor yang selama ini menjadi tulang punggung bisnis perusahaan.

Dampaknya merambat cepat. Perusahaan melakukan serangkaian langkah efisiensi ekstrem, mulai dari rasionalisasi tenaga kerja hingga penghentian operasional beberapa fasilitas produksi.

Memasuki 2025, PMMP bahkan memangkas kapasitas produksi secara besar-besaran. Dari total tujuh pabrik yang dimiliki di Situbondo, kini hanya satu fasilitas utama yang tetap beroperasi penuh—dipilih karena dinilai paling efisien dalam menopang produksi seluruh lini produk.

Langkah penjualan aset ini menjadi sinyal jelas bahwa perusahaan tengah berada dalam fase bertahan. Dengan kondisi ekuitas yang tertekan dan pasar global yang belum stabil, strategi bertahan hidup kini menjadi prioritas utama.

Manajemen berharap, keputusan berat ini dapat memberikan ruang napas bagi perusahaan untuk menstabilkan keuangan dan menjaga kelangsungan usaha di tengah ketidakpastian industri seafood global.

source : all media & BEI

Jurnalis : Jos SP

Rekomendasi Untuk Anda

Berita SuramaduPost Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kirim Opini Kamu

Kirim Opini Kamu

Kategori

Nasional & Viral

Metro Jatim

Hukum & Kriminal

Pendidikan

Keshatan

Olahraga

Event

Bagikan Info Berita

Facebook
Pinterest
LinkedIn
Twitter
Telegram
WhatsApp