SURAMADUPOST Surabaya – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melibatkan 102 perguruan tinggi (PT) dan akademi untuk mendampingi pelaksanaan program Kampung Pancasila di 1.360 rukun warga di wilayah setempat.
Kolaborasi ini ditujukan untuk memperkuat pembangunan kawasan pemukiman berbasis akademis, penelitian, serta inovasi masyarakat.
Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kota Surabaya, Agus Imam Sonhaji, menyatakan bahwa perguruan tinggi negeri maupun swasta di Surabaya memiliki kapasitas besar untuk mendukung program strategis kota.
“Kampus-kampus di Surabaya mempunyai sumber daya luar biasa, mulai dari peneliti, inovator, hingga inventor. Keterlibatan mereka diharapkan dapat membantu masyarakat mengidentifikasi permasalahan sekaligus menggali potensi di setiap kampung,” ujar Agus di Surabaya, Kamis (17/9/2026).
Agus menjelaskan, hasil pemetaan masalah dan potensi tersebut akan menjadi dasar penyelesaian persoalan pemukiman secara bertahap. Dengan demikian, arah pembangunan Kota Surabaya tidak lagi hanya berfokus pada pusat kota, melainkan dimulai secara merata dari tingkat RW.
“Jika permasalahan selesai dan potensi lokal tergarap, kemajuan Surabaya akan melesat dari 1.360-an kampung yang ada. Dukungan kampus ini menjadi kunci sukses program Kampung Pancasila dalam meningkatkan kesejahteraan warga,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Surabaya, Eddy Christijanto, menambahkan bahwa seluruh RW memiliki kesempatan yang sama untuk unjuk kebolehan dalam rangkaian Lomba Kampung Pancasila 2026.
Eddy pun mengajak seluruh pengurus dan warga RW di Surabaya untuk berpartisipasi aktif menunjukkan penerapan nilai-nilai Pancasila di lingkungan masing-masing.

Source : All Media
Jurnalis : JP Sastra SS
















