SURAMADUPOST Papua Barat – Situasi keamanan di Kota Wamena dan sekitarnya kini menjadi perhatian serius setelah kelompok Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) – Organisasi Papua Merdeka (OPM Kodap III Ndugama Derakma mengeluarkan sejumlah ultimatum gertakan bagi pemerintahan dan warga lokal.
Pernyataan bernada ancaman tersebut disampaikan berbarengan dengan klaim penembakan yang menewaskan tiga pegawai Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya di Distrik Muliama, Rabu (9/9/2026) sore.
Dalam siaran persnya, TPNPB secara terbuka menyatakan tidak akan bergeser dari wilayah Jayawijaya dan mengancam akan membentang area konflik bersenjata di pusat kota. “TPNPB Kodap III Ndugama Darakma tidak akan pernah mundur dan siap buka medan perang di Kota Wamena,” tulis siaran pers kelompok tersebut, Rabu malam.
Tak hanya menebar ancaman perang, pemberontak pro-kemerdekaan Papua ini juga memberikan imbauan sepihak yang membatasi pergerakan masyarakat di sejumlah akses jalan vital Papua Pegunungan.
Beberapa ruas jalan utama yang menjadi sasaran ultimatum antara lain jalur Trans Wamena–Tiom, Wamena–Yalimo, hingga Wamena–Jayapura. Bahkan, TPNPB menuntut agar seluruh aktivitas perkantoran pemerintahan di Kota Wamena dihentikan pada jam-jam tertentu.
“Seluruh aktivitas pemerintah di Kota Wamena segera dihentikan dari jam 07.00–15.00 kecuali rumah sakit, sekolah dan seluruh aktivitas yang dijamin oleh hukum humaniter internasional,” sebut Juru Bicara TPNPB, Sebby Sambom dalam keterangannya.
Perlu ditegaskan, seluruh pernyataan dan pembatasan tersebut murni merupakan ultimatum sepihak dari kelompok bersenjata, bukan aturan resmi dari Pemerintah Daerah maupun pihak berwenang.
Ancaman terhadap jalur transportasi ini dinilai sangat krusial mengingat ruas jalan Wamena–Tiom dan jalan penghubung lainnya merupakan urat nadi utama mobilitas warga, distribusi logistik bahan pokok, serta pelayanan publik di Papua Pegunungan.

Isi Ultimatum OPM Kodap III Ndugama Derakma
- Membuka Medan Perang di Kota: TPNPB menyatakan tidak akan mundur dari wilayah Jayawijaya dan siap membuka area konflik bersenjata langsung di pusat Kota Wamena
- Pemblokiran Akses Jalan Vital: Mereka mengeluarkan imbauan sepihak yang melarang pergerakan masyarakat di beberapa jalan utama Papua Pegunungan, termasuk jalur Trans Wamena–Tiom, Wamena–Yalimo, hingga Wamena–Jayapura
- OPM meminta seluruh warga imigran (masyarakat pendatang dari luar Papua) untuk segera meninggalkan wilayah-wilayah rawan konflik, termasuk Wamena, demi keselamatan mereka.
- Target Operasi Intelijen: Kelompok ini menuduh para korban ASN yang mereka eksekusi sebagai agen intelijen militer yang menyamar. Mereka mengancam akan terus menargetkan pejabat pemerintah (gubernur, bupati, kepala desa) serta warga sipil yang mereka anggap sebagai mata-mata aparat keamanan
Pihak aparat keamanan (Satgas Damai Cartenz) bersama TNI-Polri saat ini terus bersiaga dan melakukan investigasi mendalam. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan, dan tidak mudah terprovokasi oleh gertakan sepihak dari kelompok tersebut.

Source : all Media
Jurnalis : Reza SP
















