SURAMADUPOST Jakarta – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti angkat suara soal temuan 995 senjata api di sebuah ruangan kepala yayasan sekolah swasta di Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.

Mu’ti mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan pihak sekolah dalam kasus tersebut. Menurut dia, Kemendikdasmen pada prinsipnya ingin sekolah menjadi ruang aman dan rumah kedua bagi siswa.
“Kami sudah komunikasi dengan pihak sekolah. Intinya begini, pertama, kalau kami di Kemendikdasmen itu kan berkomitmen untuk sekolah menjadi rumah kedua bagi anak-anak,” kata Mu’ti di kompleks parlemen, Senin (10/8).
Meski begitu, Kemendikdasmen tak bisa berbuat banyak. Sebab, menurut Mu’ti, pengelolaan sekolah diserahkan ke pemerintah daerah.
Sementara, untuk proses hukum, Mu’ti mengatakan pihaknya menyerahkan sepenuhnya kepada aparat kepolisian.
“Terkait dengan adanya temuan itu, mungkin aparatur keamanan, dalam hal ini kepolisian, yang lebih punya otoritas untuk menjelaskan,” kata Mu’ti.
Sebelumnya, Polres Metro Jakarta Selatan menerima laporan mengenai temuan 995 pucuk senapan angin atau airsoft gun dan satu unit shotgun kaliber 12/70 di salah satu ruang pengurus yayasan sekolah pada pertengahan Juli 2026.
Pada awal Agustus 2026, polisi kemudian mendampingi proses penggeledahan di lokasi. Dalam penggeledahan tersebut ditemukan sejumlah barang lain, di antaranya senjata api kaliber 5,56 mm, senjata api genggam kaliber 9 mm dan .40, serta magasin untuk Glock, Walther, dan M4.
Dalam perkembangan kasus tersebut, pengurus yayasan sekolah disebut menuding mantan Pembina Yayasan, Indra Wargadalem, sebagai pihak yang memiliki seluruh senjata yang ditemukan. Indra disebut telah dipaksa keluar dari kantornya pada April 2026.
Namun, kuasa hukum Indra, Alhadid Endar Putra, membantah tuduhan tersebut. Alhadid hanya mengakui kepemilikan terhadap 995 pucuk senapan angin yang disebut merupakan bagian dari peralatan ekstrakurikuler sekolah dari PT Lokta Karya Perbakin.
Sementara itu, Alhadid membantah bahwa kliennya memiliki sejumlah barang lain yang ditemukan di bekas ruang kantornya. Barang tersebut antara lain beberapa pucuk senjata api, paket yang diduga narkotika jenis sabu, ganja, serta sejumlah keping video bermuatan pornografi.
Alhadid justru mempertanyakan keberadaan barang-barang tersebut di ruangan yang sebelumnya digunakan oleh kliennya.

Source : All Media
Jurnalis : Reza SP
















