SURAMADUPOST Surabaya – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menegaskan akan memaafkan pegawainya yang berani melaporkan dugaan pungutan liar (pungli) rekrutmen. Pernyataan itu disampaikan saat apel pagi struktural di halaman Balai Kota Surabaya, Selasa, 22 September 2026.
Pernyataan ini disampaikan di tengah penelusuran dugaan kasus pungli baru yang melibatkan satu oknum Aparatur Sipil Negara (ASN).
Eri menegaskan sanksi bagi pelaku pungli bisa dikurangi apabila berani menjadi justice collaborator dan membongkar keterlibatan atasan atau Kepala Dinas yang turut menerima aliran dana. Sebaliknya, jika memilih diam, sanksi hanya berlaku bagi pelaku bersangkutan.
Eri meminta korban maupun pelaku di lapangan berani bersuara dan mengungkap seluruh oknum yang menikmati aliran dana pungli, sebab praktik ini dinilai berpotensi jadi penyakit kambuhan jika dibiarkan.
Ia turut meminta seluruh Kepala Dinas mengumpulkan staf masing-masing dan menyampaikan instruksi penegakan disiplin ini secara menyeluruh.
Selain persoalan integritas, Wali Kota Eri menekankan pentingnya empati pimpinan terhadap kondisi masyarakat. Ia sengaja menggelar apel di tengah teriknya matahari siang untuk mengingatkan para pejabat Pemkot Surabaya agar tidak hanya bekerja di dalam ruangan ber-AC.
“Warga Surabaya mencari nafkah tidak kenal siang atau malam. Pemimpin jangan hanya di dalam ruangan, tidak tahu panasnya matahari. Ayo rasakan panasnya, agar tahu apa yang dirasakan warga, lalu turun memberikan kesejahteraan,” kata Wali Kota Eri.
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya, Trio Wahyu Bowo
mengingatkan masyarakat bahwa seluruh proses rekrutmen pegawai di lingkungan Pemkot Surabaya khususnya Dishub dilakukan secara transparan melalui Panitia Seleksi (Pansel) resmi dan gratis.
“Kami imbau masyarakat untuk tidak mudah tergiur atau tertipu oleh oknum-oknum yang menjanjikan kelulusan dengan imbalan sejumlah uang,” katanya.
Trio menambahkan, apabila menemukan atau menjadi korban indikasi pungli rekrutmen, warga diminta untuk segera melapor melalui kanal resmi Command Center / Hotline Wali Kota 112 dan nomor WhatsApp resmi Dinas Perhubungan Kota Surabaya.
“Setiap rekrutmen pasti terbuka melalui Pansel. Jika ada yang meminta uang, itu dipastikan oknum. Silakan langsung laporkan kepada kami,” tegasnya.

Source : All Media
Jurnalis : JP Sastra
















