SURAMADUPOST Jakarta – Perhelatan turnamen bulu tangkis Japan Open 2026 pada pertengahan Juli lalu tampak unik. Jika biasanya pebulu tangkis spesialis ganda asal Jepang, Nami Matsuyama, berjuang mati-matian di atas lapangan, suasana berbeda justru dijalaninya kali ini.
Akibat harus menjalani masa pemulihan pascaoperasi ACL yang membekapnya, Matsuyama terpaksa menyaksikan turnamen dari sudut pandang yang sama sekali asing. Alih-alih menggenggam raket kebanggaannya, ia justru memegang mikrofon di ruang siar televisi.
Matsuyama melakoni debut yang mengejutkan publik sebagai komentator pendamping untuk lembaga penyiaran J Sports. Dalam tugas perdananya itu, ia memandu jalannya pertandingan nomor ganda campuran yang turut melibatkan rekan duetnya, Hiroki Midorikawa, bersama sang juara Olimpiade, Misaki Matsutomo.
Bagi pebulu tangkis berusia 28 tahun ini, kesempatan tersebut sejatinya bukan sekadar pengisi waktu luang di tengah masa pemulihan. Peran baru itu merupakan perwujudan dari salah satu impian lama yang akhirnya berhasil ia wujudkan berkat dukungan Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF).
Kendati mengaku sangat menikmati pengalaman pertamanya, Matsuyama tidak menampik tugas sebagai komentator jauh lebih sulit dari bayangannya. Minimnya pengalaman di nomor ganda campuran membuatnya memosisikan diri sebagai pembelajar yang ingin mendalami teknik permainan dari sudut pandang berbeda.
“Ini adalah salah satu impian saya. Saya hanya ingin mencobanya, dan hari ini saya berhasil melakukannya,” kata Matsuyama, dikutip dari laman resmi BWF, Kamis (17/9/2026).
“Karena saya, kan, pemula. Sebenarnya, saya belajar banyak hal. Saya bukan ahli di nomor ganda campuran, jadi saya ingin belajar lebih banyak lagi tentang ini,” tambahnya.
Bagi Matsuyama, pengalaman tersebut bukan sekadar mengisi waktu selama masa pemulihan. Kesempatan itu menjadi perwujudan ambisi yang telah lama dimilikinya sekaligus membuka perspektif baru terhadap olahraga yang selama ini sangat dikuasainya dari dalam lapangan. “Ini adalah salah satu impian saya. Saya hanya ingin mencobanya, dan hari ini saya berhasil melakukannya,” ujarnya, dikutip dari laman Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF), Senin (14/9).
Namun, pengalaman tersebut ternyata jauh lebih sulit daripada yang dibayangkannya. “Rasanya sangat sulit. Sangat sulit, tetapi saya ingin melakukannya lagi,” ucapnya sambil tertawa.
Minimnya pengalaman Matsuyama di nomor ganda campuran membuat peran tersebut sekaligus menjadi kesempatan baginya untuk belajar. Ia tidak memosisikan diri sebagai komentator yang serba tahu, melainkan memanfaatkan pengalaman itu untuk memahami permainan ganda campuran dari sudut pandang yang berbeda. “Karena saya, kan, pemula. Sebenarnya, saya belajar banyak hal. Saya bukan ahli di nomor ganda campuran, jadi saya ingin belajar lebih banyak lagi tentang ini,” ungkapnya.
Ketika ditanya mengenai persiapan yang dilakukannya menjelang debut sebagai komentator pertandingan, Matsuyama justru menanggapinya dengan tawa. “Saya tidak melakukan persiapan apa pun,” tutur atlet berusia 28 tahun ini.
Meski menyaksikan pasangannya bertanding dari pinggir lapangan, Matsuyama mengaku tidak merasa tergoda untuk segera kembali bertanding. Matsuyama mengatakan dirinya saat ini lebih memilih fokus pada proses pemulihan. Meski menikmati kesempatan menyaksikan turnamen dan pertandingan dari sisi lapangan, ia mengaku belum merindukan suasana bertanding. Menurutnya, sebelum mengalami cedera, rutinitas latihan dan aktivitas fisik setiap hari sudah menjadi bagian dari kesehariannya. “Sekarang kondisi fisik saya berbeda karena saya tidak lagi menjalani latihan intensif seperti itu,” jelasnya.

Source : All Media
Jurnalis : Davina SP
















