SURAMADUPOST Jakarta – Pagar di sisi Mal Kota Kasablanka (Kokas) yang sebelumnya banyak disorot akhirnya dibongkar. Pembongkaran dilakukan setelah Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengkritik keberadaan pagar tersebut karena dinilai menghambat akses pejalan kaki menuju halte TransJakarta dan kawasan sekitar.
Pihak pengelola mal menyatakan pembongkaran dilakukan sebagai bentuk tindak lanjut atas arahan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Nantinya, area tersebut akan ditata ulang agar konektivitas pejalan kaki menjadi lebih nyaman dan mudah diakses masyarakat.
Padahal, pada sebelumnya Sabtu (1/8/2026), pagar tersebut masih berdiri membentang di sepanjang bagian depan mal. Namun, hanya dalam kurun waktu dua hari, pagar itu telah dibongkar.
Fenomena serupa sebelumnya juga terjadi di sejumlah pusat perbelanjaan di Jakarta, seperti Mal Kota Kasablanka dan Blok M Plaza.
Bebarapa Mall di Surabaya berdasarkan lansir media detik jatim yang tetap melakukan pemasangan pagar memiliki alasan sebagai berikut :

Alasan Mall Mall di Surabaya tidak membogkar Pagar setinggi 2,5 meter
Pemasangan pagar besi setinggi sekitar 2,5 meter di sejumlah pusat perbelanjaan di Surabaya menjadi perhatian warganet. Video yang memperlihatkan proses pemasangan pagar di beberapa mal milik Pakuwon Group beredar luas di media sosial dan memunculkan berbagai spekulasi.
Pengelola Pakuwon Group memastikan, pemasangan pagar tersebut tidak berkaitan dengan isu krisis ekonomi maupun kekhawatiran akan kerusuhan. Menurut manajemen, seluruh pekerjaan merupakan bagian dari peningkatan fasilitas keamanan, keselamatan pengunjung, dan peremajaan aset.
Pagar baru dipasang di kawasan Pakuwon Mall Surabaya Barat sebagai respons terhadap pembangunan Radial Road di sekitar kawasan mal. Manajemen menilai, keberadaan pagar diperlukan untuk meningkatkan keselamatan, terutama bagi pejalan kaki yang melintas menuju pusat perbelanjaan.
“Awalnya mungkin yang di Pakuwon Mal, ya. Itu kan karena Radial Road baru saja dibangun. Jadi kami mengantisipasi terjadinya kecelakaan, terutama bagi pengunjung yang berjalan kaki ke mal,” kata Direktur Marketing Pakuwon Group, Sutandi Purnomosidi.
Di Tunjungan Plaza, pemasangan pagar dilakukan karena lokasi mal berada di kawasan yang kerap menjadi titik berlangsungnya aksi unjuk rasa di depan Gedung Negara Grahadi.
Menurut manajemen, pagar permanen dipasang agar petugas keamanan tidak perlu lagi memasang dan membongkar barikade portabel setiap kali ada demonstrasi.
“Kalau di TP ini memang sekalian kami bangun pagar untuk pengamanan kalau ada aksi di Grahadi. Daripada pihak keamanan harus bolak-balik menggeret barikade,” tegas Sutandi.
Pagar lama di Royal Plaza diganti karena kondisinya sudah tidak layak digunakan setelah hampir satu dekade. Penggantian dilakukan bersamaan dengan sejumlah mal lain yang memiliki usia pagar hampir sama sehingga proses peremajaan dapat dilakukan secara lebih efisien.
“Besinya sudah keropos. Jadi kami ganti dengan bahan pagar yang lebih kokoh. Karena waktu pemasangannya memang hampir berdekatan, ya kami rencanakan untuk bangun bersama,” ujarnya.
Pakuwon City Mall juga menjalani penggantian pagar dengan alasan yang sama seperti Royal Plaza, yakni untuk memperbarui fasilitas yang sudah menua. Manajemen memilih memasang pagar baru dengan material yang lebih kokoh sebagai bagian dari program peremajaan aset perusahaan.
“ Apabila ekonomi tidak baik-baik saja, justru sebenarnya Pakuwon Group ini sedang bagus di semester pertama tahun 2026 ini. Pakuwon ini kan Tbk., jadi bisa dicek laporan keuangan yang kita buat. Dan kalau kondisi retail pun sampai kemarin libur sekolah, semua baik-baik saja,” pungkasnya.
Source : All Media Jurnalis : Zahrah SP

















